logo rilis
Begini Keceriaan Buruh di Purwokerto saat Peringati May Day
Kontributor
Sukma Alam
01 Mei 2018, 12:29 WIB
Begini Keceriaan Buruh di Purwokerto saat Peringati May Day
Buruh. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Purwokerto— Lebih dari 700 buruh dari berbagai perusahaan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengikuti senam massal dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).

Kegiatan yang dimotori Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Banyumas itu digelar di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinnakerkop dan UKM) Banyumas di Purwokerto.

Selain senam massal, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan gula darah dan pap smear secara gratis, doa bersama, serta layanan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) A dan C.

Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh Internasional Kabupaten Banyumas, Haris Subiyakto, mengatakan, kegiatan tersebut mengusung tema "May Day is Fun Day" yang mengandung makna Hari Buruh adalah hari yang menyenangkan.

"May Day adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh para buruh, baik buruh yang formal maupun nonformal. Buruh formal adalah mereka yang ada di perusahaan, sedangkan buruh nonformal adalah mereka yang bekerja sendiri, seperti tukang ojek, kuli panggul, buruh tani, dan sebagainya," katanya, Selasa (1/5/2018).

Menurut dia, kegiatan senam massal merupakan media untuk mengumpulkan para buruh karena kalau sekadar berkumpul dengan mengadakan seminar, tidak semua buruh bisa mengikuti seminar.

Disinggung mengenai tingkat kesejahteraan buruh di Kabupaten Banyumas, dia mengatakan salah satu indikator kesejahteraan buruh berupa upah minimum kabupaten (UMK) yang saat ini di Banyumas sebesar Rp1.589.000.

"Kalau kita bicara tentang kesejahteraan, apakah Rp1.589.000 itu sudah sejahtera? Ini tergantung masing-masing sebetulnya. Apakah cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup? Secara normal itu tidak cukup karena mereka sudah punya keluarga, punya anak, untuk menyekolahkan anak," katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini di Banyumas terdapat hampir 50.000 buruh formal, sedangkan buruh nonformal hampir 40.000 orang.

Terkait dengan perlindungan terhadap buruh, Haris mengatakan sesuai dengan undang-undang, seluruh buruh wajib menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Kendati demikian, dia mengakui jangkauan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan di setiap perusahaan berbeda-beda karena ada yang bisa mengikutsertakan semua buruhnya dan ada pula yang baru sebagian diikutsertakan.

"Bagi buruh non-perusahaan, banyak yang belum menjadi peserta BPJS karena mereka tidak mampu. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri juga belum mampu, apalagi untuk melindungi dirinya sendiri," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)