logo rilis
Begini Cara Luhut Rayu Cina soal Kereta Cepat
Kontributor
Sukardjito
15 April 2018, 03:00 WIB
Begini Cara Luhut Rayu Cina soal Kereta Cepat
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan para pemangku kepentingan di Cina soal Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang masih berlangsung.

"Targetnya selesai 2020, lebih lambat sedikit lah dari pada target awal. Biasa kok kalau ada proyek lebih lambat sedikit daripada target awal," kata Luhut di sela-sela kunjungan kerjanya di Beijing, Sabtu (14/4/2018).

Selama ini para pejabat dan media di China terus menaanyakan kelangsungan teknologi kereta api cepat di Indonesia.

Proyek kereta api cepat tersebut menjadi kebanggaaan China atas keberhasilannya mengekspor teknologi. Jaringan Jakarta-Bandung merupakan proyek kereta cepat China yang pertama kali diekspor keluar negeri.

Menurut Luhut, ada beberapa struktur dalam proyek tersebut yang sedang diperbaiki lagi oleh China dan Indonesia.

"Kalau pembebasan lahan sampai sekarang sudah mencapai 60 persen dan akan terus diupayakan peningkatannya," ujarnya.

Dari sisi teknis dan studi kelayakan, lanjut dia, sudah tidak ada masalah lagi dengan proyek tersebut.

"Saya kira dalam kunjungan PM Li (Perdana Menteri China Li Keqiang) ke Indonesia nanti juga akan membahas soal itu," kata Jenderal Purnawirawan TNI itu.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke China pada 12-14 April 2018, Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintah sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan (Mofcom), Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi (NDRC), Bank Pembangunan China, serta para pengusaha setempat. 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)