logo rilis
Begini Aksi Heroik Roni Faisal di Lokasi Ledakan
Kontributor
Kurniati
15 Mei 2018, 06:01 WIB
Begini Aksi Heroik Roni Faisal di Lokasi Ledakan
Ilustrasi petugas kepolisian di lokasi meledaknya bom. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Surabaya— Entah apa yang ada di benak petugas kepolisian, AKBP Roni Faisal, Senin (14/5/2018) pagi.

Ia dengan berani menarik seorang bocah perempuan dan menggendongnya menjauh dari lokasi ledakan, usai ledakan awal yang terjadi di Markas Polrestabes Surabaya, Jalan Veteran.

Bocah perempuan tersebut diduga anak dari pelaku terduga teroris dan diikutkan orangtuanya dalam aksi itu, tiba-tiba terbangun usai ledakan awal.

Tanpa berpikir keselamatan nyawanya, Roni yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan langsung berlari dan menggendong anak tersebut untuk menjauh dari titik ledakan.

Sontak, aksi Roni yang terekam kamera pemantau atau CCTV milik Polrestabes ini tersebar, dan menjadi viral di media sosial.

Bahkan beberapa netizen menyebut aksi yang dilakukan Roni Faisal ini sebagai aksi heroik.

Mendengar aksinya menjadi viral di media sosial, Roni yang menjabat sebagai Kasat Narkoba di Polrestabes Surabaya tidak merespon.

Menurutnya, apa yang ia lakukan merupakan panggilan hati, karena posisi bocah saat itu berlumuran penuh darah.

"Tujuan saya cuma satu, kemanusiaan dan rasa iba karena melihat kondisi anak yang penuh darah," katanya kepada wartawan.

Usai aksi penyelamatan itu, terdengar kembali ledakan susulan hingga radius 200 meter dari Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya sekitar pukul 10.05 WIB dan diduga berasal dari bom yang sebelumnya dibawa pelaku, namun belum sempat meledak.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku bom bunuh diri berusaha masuk ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, namun dihadang petugas penjaga di depan gerbang dan kemudian meledak.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan pelaku penyerangan bom di Mapolrestabes Surabaya merupakan satu keluarga, dengan membawa dua sepeda motor dan bom peledak.

"Ada lima orang. Mereka ini masih satu keluarga, lagi masih diidentifikasi oleh kita," ujar Tito.

Dalam aksinya, lima orang itu meledakkan diri dan empat di antaranya meninggal dunia. Namun bocah perempuan tersebut terlempar dan masih bisa diselamatkan anggota kepolisian.

Rencana Tuhan Selamatnya bocah perempuan berusia 8 tahun dari aksi pemboman di Mapolrestabes Surabaya itu juga mendapat respon dari Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Menurutnya, selamatnya bocah tersebut dalam peristiwa itu ada campur tangan dan rencana dari Tuhan, sehingga di tengah bom diledakkan masih bisa terlempar tiga meter, kemudian digendong AKBP Roni Faisal yang merupakan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.

"Saat ini kami terus pantau perkembangan anak tersebut. Kami semua berharap bocah yang saat ini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit PHC Surabaya bisa diselamatkan," katanya.

Bocah perempuan tersebut memerlukan perawatan intensif secara khusus untuk mengembalikan kesehatannya semula, karena terlemparnya hingga tiga meter.

Barung meminta masyarakat di Jatim untuk terus mendukung langkah kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, agar selalu bisa melumpuhkan teroris.

"Kami dapat melumpuhkan empat teroris dan bersyukur selalu mendapat dukungan. Mari sama-sama melawan teroris, dan kami pastikan akan terus melakukan penegakan hukum," ujarnya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)