logo rilis
Bedah Buku, Pertentangan Trostky dan Lenin dalam Revolusi Sosialis
Kontributor

17 Mei 2017, 05:05 WIB
Bedah Buku, Pertentangan Trostky dan Lenin dalam Revolusi Sosialis
Diskusi Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen?" di Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam. FOTO: Henr

RILIS.ID, Jakarta— Pertentangan teoritikus revolusi sosialis Leon Trostky bukanlah dengan Joseph Stalin, melainkan lebih awal lagi dengan Vladimir Lenin. Karena Stalin hanya melanjutkan gagasan yang dikembangkan oleh Lenin.

Demikian disampaikan dalam acara bedah buku karya Tatiana yang berjudul "Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen?" di Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam.

Menurutnya, buku ini berangkat dari pengalaman dirinya di beberapa organisasi internasional. Selain itu, juga merupakan respons dari buku sebelumnya berjudul Alternatif, yang berbicara tentang sedikit gagasan revisionis Stalin.

"Saya mencoba untuk meneliti tentang Trotsky. Karena pada umumnya di dunia internasional yang didominasi ideologi borjuis, kalau kita bicara Trotsky seakan mempertentangkan Stalin. Begitu juga sebaliknya. Di situ sama sekali tidak disinggung Lenin. Ini yang saya teliti di sini, apakah yang dilawan itu benar Stalin?" kata putri Wakil Ketua DPR RI Kabinet Gotong Royong pada masa kepemimpinan Soekarno ini.

Di dunia barat, menurut Tatiana, beberapa pihak menganggap bahwa Trotsky adalah penerus Lenin yang lebih layak. Tetapi melalui kekuasaan Stalin sebagai Sekretaris Jenderal Partai Bolshevik. Stalin justru menggalang kekuatannya sendiri yang kemudian menggeser Trotsky.

"Padahal peran Trotsky ada tercatat dalam Revolusi Oktober 1917. Tanpanya mungkin revolusi itu tidak terjadi. Bisa dianggap Trotsky merupakan orang kedua dalam revolusi setelah Lenin," ungkapnya.

Meskipun begitu, Tatiana melanjutkan, Lenin dan Trotsky bukan tanpa pertentangan. Dalam pertemuan Partai Sosial Demokrat di Brussels pada 1903, terjadi pertentangan antara sengit Lenin dan Trotsky.

"Saya di sini menulis dari periode 1903 sampai meletusnya revolusi oktober 1917. Justru pertentangan sengit terjadi antara Trotsky dan Lenin, bukan dengan Stalin," katanya.

Jika merujuk bacaan buku akademisi barat, menurut Tatiana, seoalah-olah gagasan tentang sosialisme di satu negeri merupakan karya Stalin, padahal gagasan itu sudah dikembangkan sebelumnya oleh Lenin.

"Sedangkan Trotsky tidak mempercayai gagasan itu kecuali revolusi juga terjadi di negara Eropa kapitalis lainnya seperti Perancis, Inggris, Jerman dan lainnya," ungkapnya.


#Sosialisme Ilmiah
#Bedah Buku
#Leon Trotsky
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID