logo rilis
Beda Pendapat Menteri, Gerindra Minta Omninus Law Segera Dibahas
Kontributor
Nailin In Saroh
20 Februari 2020, 15:30 WIB
Beda Pendapat Menteri, Gerindra Minta Omninus Law Segera Dibahas
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mendesak Pemerintah untuk segara membahas rancangan UU Omnibus Law bersama DPR. Pasalnya, ada perbedaan pendapat antara setiap Menteri yang perlu diklarifikasi. 

"Kami sudah memprediksikan ini (Perbedaan pendapat antar Menteri) terkait Omnibus Law untuk itu. Menurut saya sebaiknya Pemerintah segera duduk bersama dengan DPR untuk membahas supaya semuanya clear," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Selain itu, Dasco menilai ada pasal yang harus disinkronkan agar tak menimbulkan perbedaan pendapat lagi. 

"Ini merupakan ketidaksinkronan dari Omnibus Law karena didalamnya ada beragam pasal yang kemudian disatukan dan menurut saya itu tidak mudah," terang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. 

Sebagai informasi, terjadi perbedaan pendapat antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasonna Laoly. Mahfud dan Yasonna mengakui adanya salah ketik pada pasal 170 Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (sebelumnya RUU Cilaka. 

Sementara menurut Airlangga, itu bukan karena adanya salah ketik akan tetapi karena adanya salah pengertian pada pasal tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menilai kekeliruan atau salah ketik dalam rancangan Undang-undang bisa dimaklumi dan biasa terjadi. Dia juga membenarkan adanya salah ketik terdapat pada Pasal 170 Omnibus Law Cipta Kerja yang menyebut peraturan pemerintah bisa mengganti undang-undang.

"Kan itu tidak apa-apa, sudah biasa, kekeliruan itu. Itu sebabnya rakyat diberikan kesempatan untuk memantau DPR dan memantau naskahnya," kata Mahfud di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID