logo rilis
Becanda Bawa Bom, Penumpang Ini Diamankan 
Kontributor
Kurniati
24 Maret 2018, 03:00 WIB
Becanda Bawa Bom, Penumpang Ini Diamankan 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Makassar— Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, mengamankan seorang penumpang pesawat maskapai Sriwijaya Air karena bergurau membawa bom.

"Benar, jika ada penumpang diamankan karena bergurau membawa bom di bandara dan itu sangat sensitif," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Jumat (23/3/2018).

Penumpang yang diamankan tersebut bernama Abdullah Toduho (34), warga Tidore, Maluku.

Menurutnya, gurauan membawa bom pada tempat-tempat objek vital seperti bandar udara dan pelabuhan mau pun lainnya sangat tidak diperkenankan, karena dampaknya sangat besar.

Dicky mengingatkan, setiap warga negara agar tidak menjadikan bom sebagai bahan gurauan, karena isu tersebut sangat sensitif dan berimplikasi pada gangguan keamanan dan ketertiban.

"Ini yang harus diperhatikan sama semua orang agar tidak lagi bergurau atau bercanda karena isu bom bukan untuk dijadikan bahan guyonan," jelasnya.

Berdasarkan informasi, pada pukul 09.10 Wita, Abdullah Toduho akan boarding melalui pintu tiga di lantai dua, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Usai masuk ke dalam Cabin SJ 556, pelaku langsung duduk di kursi 15 D. Salah seorang pramugari Sriwijaya SJ-556 meminta pelaku pindah tempat duduk dikarenakan tempat yang didudukinya ada di sebelah atau tepatnya tiket 15 C.

Saat pelaku pindah tempat duduk, seorang pramugari menanyakan barang bawaan yang dibawa dan dijawab bahwa isinya adalah bom. 

Selanjutnya pramugari tersebut melaporkan kepada pihak Avsec Sriwijaya.

Pihak petugas yang menerima informasi itu kemudian membawa pelaku ke posko Avsec Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan dimintai keterangan serta tidak diizinkan untuk melanjutkan penerbangannya dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 556 tujuan Jakarta.

Usai pemeriksaan dan interogasi yang dilakukan petugas, pelaku kemudian disuruh untuk membuat pernyataan dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)