logo rilis

BBM Satu Harga Diselewengkan, Ini Pinta BPH Migas
Kontributor
Ainul Ghurri
15 Maret 2018, 22:38 WIB
BBM Satu Harga Diselewengkan, Ini Pinta BPH Migas
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendry Achmad, meminta PT Pertamina (Persero) untuk menutup penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sengaja menyelewengkan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga seperti di Sumenep, Madura.

"Saya ingatkan Pertamina untuk tutup itu, karena ada yang nakal. Kalau yang di Madura kemarin saya suruh tutup," katanya di Gedung Migas Kuningan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Hendry beralasan, yang bisa menutup penyalur nakal adalah pihak Pertamina. Menurutnya, BPH Migas hanya mengawasi badan usaha yang menyalurkan BBM ke SPBU. "Mereka juga menyadari itu. Tapi kan ada juga sanksi pembinaan dan lain-lain, yang penting kan itu dikasih sanksi," imbuhnya.

Ia menceritakan, oknum penyalur nakal itu menjual BBM kepada pengecer dengan margin yang sangat rendah, yakni hanya Rp280 per liter untuk jenis Premium. Lanjutnya, ia menduga bahwa ada kongkalikong antara penyalur dengan pengecer BBM.

"Kalau di pengecer kan marginya bisa Rp1.500 per liter, fee nya itu dibagi juga ke oknum SPBU," tuturnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah memperingati sejumlah SPBU nakal di daerah lain. Seperti, di daerah Sumatera Barat, Palembang, dan Bogor. "Begitu kita sampaikan dan dibuktikan benar, mereka ambil action," ungkapnya.

Hendry pun menyampaikan bahwa BPH Migas sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib, agar mengamankan pasokan BBM dari tindakan kriminal tersebut.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID