logo rilis

BBM Dikabarkan Langka, Ini Titah ESDM untuk Pertamina
Kontributor

29 Maret 2018, 18:20 WIB
BBM Dikabarkan Langka, Ini Titah ESDM untuk Pertamina
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Menanggapi potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium akibat kenaikan harga BBM jenis pertalite, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Pertamina (Persero) untuk tidak mengurangi pasokan BBM premium dan memastikan pasokannya aman. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial, menepis kekhawatiran masyarakat akan dihapuskannya BBM jenis premium dari pasaran.

"Tidak boleh. Kebijakan saat ini, pemerintah (Pertamina) masih tetap supply, termasuk premium di Jawa-Bali yang termasuk kategori Jenis Bahan Bakar Umum (JBU), kita minta persediaan tetap ada," ungkap Ego, "Kami minta premium itu betul-betul tetap ada".

Menurut Ego, komitmen penyediaan premium ini dilakukan karena  mempertimbangkan daya beli masyarakat. "Yang paling penting adalah me-protect daya beli masyarakat. Pemerintah tetap konsisten dengan itu," tegas Ego dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Terkait potensi peralihan konsumsi dari pertaliteke premium sendiri, Ego meyakini perubahan harga pertalite, belum memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat. "Saya belum melihat secara signifikan, yang jelas, saya lihat masyarakat semakin lama, kesadaran atas kualitas jenis BBM nya makin tinggi," ungkapnya. 

Senada dengan Ego, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa menegaskan, bahwa premium tidak akan dicabut dari pasaran. Ia mengungkapkan, untuk di luar jaringan sistem tenaga listrik (Jamali) telah dialokasikan kuota sekitar 7,5 juta Kilo Liter (KL), sementara di Jamali mencapai 5,7 juta KL. "Terkait ketersediaan BBM premium , minimal sama seperti 2017," jelasnya. 

BBM jenis pertalite, yang notabene adalah JBU, harganya tidak ditetapkan pemerintah. Naiknya harga pertalitedari Rp7.600 menjadi Rp7.800 per liter merupakan aksi korporat, di mana tinggi rendahnya harga pertalitemengikuti perkembangan harga minyak dunia dan keekonomian produk tersebut. Melemahnya kurs rupiah juga turut meningkatkan harga keekonomian BBM.

Sebagaimana diketahui, harga BBM yang ditetapkan pemerintah adalah minyak tanah, solar, premium di wilayah Jamali. Sementara itu, tugas pemerintah adalah menjamin harga BBM yang paling menguasai hajat hidup orang banyak tetap terjangkau dan tidak naik. Pemerintah juga menjamin, bahwa minyak tanah, solar dan premium tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2019.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)