logo rilis
Bazaar Makanan Indonesia di Denmark Diserbu Pengunjung
Kontributor

02 Juli 2018, 19:19 WIB
Bazaar Makanan Indonesia di Denmark Diserbu Pengunjung
Pengunjung bazaar dan Festival Budaya Indonesia yang digelar di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen. FOTO: KBRI Kopenhagen

RILIS.ID, Jakarta— Bazaar dan Festival Budaya Indonesia yang digelar di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Sabtu (30/6/2018), diserbu pengunjung. Bazaar tahun ini diisi oleh beragam komoditi produk Indonesia dan ikuti oleh sebanyak 20 stan dengan beragam macam kuliner, produk, bahan pangan, dan kerajinan khas Indonesia. 

Dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Senin (2/7/2018), makanan yang diperjualbelikan dan dinikmati oleh para pengunjung antara lain martabak telor, rendang, sate ayam, bakso, siomay, empek-empek, mi goreng dan nasi goreng, gulai ayam, nnasi kuning spesial, sop buntut, sambal goreng, telur balado, dan tumis sayur. 

Sejumlah stan juga menyediakan berbagai kue-kue jajanan pasar seperti risoles, onde-onde, lumpia, kue lapis beras, putu ayu, kue mangkok, lemper ayam, pisang goreng, kue klepon, kue nnastar, bbrownies, termasuk berbagai aneka minuman seperti es buah, es campur, es dawet, aneka jus buah, kopi, teh, minuman kaleng/botol. Sejumlah makanan ini dijual dengan harga berkisar 15 - 50 kroner Denmark (sekitar Rp 30.000 - Rp. 100.000 per porsi). 

Di antara berbagai komoditi produk yang tersedia terdapat aneka ragam produk makanan jadi dan bumbu khas Indonesia, serta aneka produk kopi dari Mayora yang menyediakan Torabika Susu, Kopiko Java Coffee, Kopiko Permen, Bem-beng Cokelat dan Bem-Beng Cair dan Torabica Capuccino. Tidak ketinggalan berbagai kerajianan tangan, batik serta perhiasan kain khas Indonesia ikut menambah pesona Bazaar Indonesia ini. 

Untuk mendukung promosi ekonomi dan kuliner Indonesia bazaar kali ini juga diikuti oleh Dini’s Restaurant yang merupakan satu satunya Diaspora Indonesia yang telah memiliki usaha kulineri restoran khas Indonesia di Kota Horsen Denmark.   

Acara juga dimeriahkan dengan tari-tarian daerah, peragaan busana kebaya dan batik seperti Prosesi Bali yang dipersembahkan oleh Kelompok Krama Bali Denmark,Tari Puspanjali, Tari Indang/Dinding Badinding, Tari Tandug Majeng, Tari Olle Olang Madura, Tari Enggang, Tari Merak, Tari Oleg/Tambulilingan, Tari Jaipong, Tari Selayang Pandang, Tari Sundaram, Tari Gentar, Tari Nandak, Tari Topeng, Tari Maumere dan Tari Sajojo. 

Pagelaran musik tradisional Indonesia juga ikut meramaikan bazaar seperti musik angklung dan gamelan, yang seluruhnya ditampilkan oleh masyarakat dan diaspora Indonesia yang berada di Denmark. Tidak hanya itu, sejumlah orang Denmark yang tergabung dalam kelompok pencak silat bernama Setia Hati Anoman turut menampilkan atraksinya, serta live music Band KBRI Kopenhagen. Para pengunjung juga dimeriahkan dengan live dance bersama Poco-poco, Tobelo dan Maumere bersama. 

Duta Besar Muhammad Ibnu Said mengatakan bazaar ini merupakan kegiatan promosi perdagangan, pariwisata dan budaya Indonesia dan sekaligus sebagai implementasi rencana aksi yang disepakati antara pemerintah Denmark dan Indonesia. 

"Promosi budaya Indonesia merupakan salah satu tugas utama dan prioritas perwakilan di luar negeri. KBRI Kopenhagen akan terus bekerja sama dengan masyarakat Indonesia dan mitra-mitra bisnis di Denmark untuk lebih memperkenalkan kekayaan budaya, termasuk kuliner, Indonesia kepada publik Denmark," ujarnya.

Dubes Ibnu Said juga menggaris bawahi bahwa hubungan bilateral kedua negara berada dalam posisi cukup baik terbukti dengan kunjungan PM Denmark Lars Lokke Rasmussen ke Indonesia pada November tahun 2017 lalu.  

"Kondisi pariwisata Indonesia yang cukup kondusif khusus di Bali. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah tepat dan cepat khususnya pasca letusan gunung Agung di Bali, dan kini kondisi sudah berangsur normal kembali serta tidak memiliki dampak besar pada gangguan iklim pariwisata di puau Dewata tersebut," kata Ibnu Said.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID