logo rilis

Bayi Leila Jadi Korban Jiwa Serangan Gas Air Mata Zionis
Kontributor
Syahrain F.
16 Mei 2018, 16:06 WIB
Bayi Leila Jadi Korban Jiwa Serangan Gas Air Mata Zionis
Warga Palestina menyolatkan jenazah bayi berusia delapan bulan Leila Anwar Ghandoour yang meninggal karena menghirup gas air mata selama bentrokan di Gaza hari sebelumnya, di Kota Gaza pada 15 Mei 2018. Credit: Anadolu Agency/Mustafa Hassona

RILIS.ID, Gaza— Bayi berusia delapan bulan bernama Leila menjadi salah satu korban jiwa dalam serangan Israel yang menargetkan warga Palestina selama demonstrasi damai di Gaza, Palestina, pada Senin lalu.

Di hari itu (14/5), tentara Zionis melakukan pembantaian terhadap warga Palestina yang menggelar demonstrasi memprotes pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem di perbatasan Gaza.

Leila meninggal dunia setelah terkena gas air mata yang dilemparkan pasukan Israel. Jenazahnya dishalatkan di kota Gaza, pada Selasa (15/5/2018).

Ibu Leila, Maryam al-Ghandour, mengungkapkan hari itu sang kakak membawa Leila ke tempat nenek mereka di perbatasan Gaza, tempat berlangsungnya aksi unjuk rasa tersebut.

Setelah terkena gas air mata, nenek Leila, Heyam Umar, melarikan Leila ke rumah sakit namun bayi itu tidak tertolong.

"Ketika pasukan pendudukan [Israel] mulai melemparkan bom gas air mata, saya mencoba melindunginya, membawanya pulang, tapi warna kulitnya sudah berubah. Saya lari ke rumah sakit, namun dokter mengatakan dia sudah syahid karena bom gas air mata," ungkap Umar, melansir Anadolu Agency.

Umar menuntut Israel bertanggung jawab atas pembantaian orang-orang Palestina yang melakukan demonstrasi damai.

Organisasi Hak Asasi Manusia Eropa-Mediterrania (Euro-Med) dalam sebuah pernyataan mengatakan, zat yang digunakan dalam gas air mata yang digunakan oleh militer Israel menyebabkan korban bergetar, tegang otot dan saraf, pingsan dan peradangan di paru-paru.

Setidaknya 62 warga Palestina meinggal dunia dan ribuan orang lainnya luka-luka akibat tembakan Israel dalam aksi protes pada Senin

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin untuk berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa memperingati Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak awal aksi demonstrasi pada 30 Maret, sudah lebih dari 100 demonstran Palestina meinggal dunia akibat tembakan tentara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)