logo rilis
Bawaslu Kecewa PTUN Loloskan PKPI Jadi Peserta Pemilu 2019
Kontributor
Sukma Alam
14 April 2018, 15:24 WIB
Bawaslu Kecewa PTUN Loloskan PKPI Jadi Peserta Pemilu 2019
Ketua Bawaslu Abhan. FOTO: RILIS.ID/Sukma Alam

RILIS.ID, Bogor— Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan, mengaku kecewa atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta yang meloloskan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sebagai peserta Pemilu 2019.

"Kami agak sedikit kecewa, bahwa putusan kami sudah menolak (PKPI). Tapi apapun putusan lembaga peradilan harus dihormati dan KPU juga sudah mengeksekusi putusan PTUN itu," katanya di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/4/2018).

Abhan mengatakan, pihaknya meyakini keputusannya menyatakan PKPI tidak memenuhi syarat sebagai peserta pemilu sudah tepat.

"Bawaslu dalam posisi apa yang sudah kami putuskan itu adalah yang paling benar baik dari sisi prosedur maupun substansi," kata Abhan.

Sebelumnya, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) resmi menjadi partai politik peserta pemilu dengan nomor urut 20 yang ditetapkan melalui rapat pleno Komisi Pemilihan Umum RI.

"Menimbang, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), KPU menetapkan nomor 20 sebagai nomor urut Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, peserta pemilu DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota tahun 2019," ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting saat membacakan surat keputusan KPU yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman, di Jakarta, Jumat (13/4).

Sementara, Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono mengatakan, partainya bersyukur akhirnya memperoleh keadilan melalui lembaga peradilan PTUN untuk akhirnya ditetapkan sebagai partai peserta Pemilu 2019.

Hendropriyono menyampaikan terima kasih sekaligus menghargai ketulusan KPU menjalankan perintah PTUN.

"Saya juga memohon maaf apabila dalam perjalanan ada hal-hal yang kurang berkenan," kata Hendropriyono.

Ia menekankan ke depan PKPI ingin kerja sama dengan KPU selaku lembaga penyelenggara pemilu, dengan tidak saling mendzolimi dan saling mencari kesalahan.

"Kami percaya KPU pelayan masyarakat. Saya gembira dan terharu," kata Hendropriyono.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)