logo rilis

Bawaslu Jatim Rapat dengan KPU dan Polda Bahas Pengungsi Syiah
Kontributor
Budi Prasetyo
20 Maret 2018, 13:22 WIB
Bawaslu Jatim Rapat dengan KPU dan Polda Bahas Pengungsi Syiah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Ketua Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur Muhammad Amin mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan KPU dan Polda Jatim untuk menangani pengungsi Syiah. 

Langkah itu dilakukan agar proses pencoblosan di Pemilihan Gubernur Jatim 2018 tidak menimbulkan polemik. 

"Jadi ini sedang kita rapatkan. Hari ini digelar Rakor (Rapat Koordinasi)," kata Amin, Selasa (20/3/2018).

Dia mengatakan, sampai saat ini ada beberapa opsi yang akan diambil. Di antaranya adalah membawa pemilih Syiah ke kampung halamannya, agar mereka mendapat hak pilih di Pilkada Sampang dan Pilgub Jatim. 

"Kalau itu pilihannya mereka akan dibawa dan dikawal menggunakan mobil," tandasnya. 

Rencananya, hari ini akan diputuskan mengenai opsi yang dianggap penting, saat proses Pilkada mendatang. 

"Nanti tunggu saja hasilnya," tegasnya. 

Sekadar diketahui, dalam Pilkada serentak 2018, warga Sampang dijadwalkan akan mencoblos pada 27 Juni mendatang. Jika mereka mencoblos di luar Sampang, maka para pengungsi Syiah tidak bisa memilih calon bupati mereka. 

Dari data yang dihimpun, ada 351 pemilih Syiah Sampang yang mengungsi di Rusun Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)