logo rilis

Bawang Putih Masih Dikendalikan Kelompok Importir, Ini Tekad DPR
Kontributor

10 April 2018, 21:51 WIB
Bawang Putih Masih Dikendalikan Kelompok Importir, Ini Tekad DPR
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komoditas bawang putih saat ini dinilai hanya dikendalikan oleh beberapa kelompok importir, sehingga tingkat harga serta pasokannya dikendalikan kelompok tertentu. Melihat kondisi tersebut, DPR RI bertekad untuk memberantas oligopoli tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mengatakan, hari ini pihaknya menerima perwakilan sejumlah pedagang bawang putih di ruang rapat Komisi IV DPR RI.

"Mereka mengeluhkan, tidak adanya pasokan bawang putih yang bisa mereka jual," kata Viva di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, hal tersebut menjadi masalah besar, terlebih sejak 2017 sebanyak 97 persen pemenuhan kebutuhan bawang putih Tanah Air berasal dari impor. 

Politisi PAN itu mengingatkan, bahwa pemerintah telah berencana mewujudkan swasembada bawang putih pada 2019 mendatang. Ia juga mempertanyakan kewajiban importir yang diharuskan menanam sendiri bawang putih dari total kuota impor mereka.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mendesak pemerintah untuk membongkar kartel bawang putih yang diduga menjadi salah satu penyebab naiknya harga bawang putih di pasaran.

"Saya mendapat informasi, adanya 13 importir bawang putih yang sekarang menguasai pasaran dan mereka dapat mengatur harga bawang putih di pasaran," kata Fadli Zon, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Menurutnya, adanya kartel bawang putih dapat menyakiti hati rakyat, di antara ketidakstabilan harga bahan pangan impor.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan agar importir segera memasok dan mendistribusikan bawang putih, menyusul dengan melonjaknya harga di pasaran hingga mencapai Rp60 ribu per kilogram.

"Kami segera konsolidasi dengan importir untuk memasok bawang putih ke pasar agar harga terkendali," kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Yasid Taufik, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan perkembangan harga selama Januari sampai April, pasokan bawang putih relatif normal. Pasokan bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati selama Januari sampai Maret minggu ke-2, pasokan berkisar 13-24 ton per hari dengan harga berkisar Rp14 ribu sampai Rp23 ribu per kilogram.

Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan impor bawang putih, karena belum mampu membantu penurunan harga komoditas tersebut di pasaran.

"Saat ini, lebih dari 50 persen kebutuhan bawang putih di dalam negeri dipenuhi impor. Meski impor bawang putih diterapkan tanpa menggunakan skema kuota, namun dinilai belum mampu membuat harga komoditas tersebut stabil," kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (22/3).

Menurut dia, pemerintah harus menelusuri penyebab dari tingginya harga bawang putih di pasaran. Jika memang murni karena permintaannya meningkat, maka pasokan harus ditambah.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)