logo rilis
Bawang Bombai Ilegal Beredar, Karantina Didesak Perketat Pengawasan
Kontributor
Fatah H Sidik
04 Mei 2018, 14:10 WIB
Bawang Bombai Ilegal Beredar, Karantina Didesak Perketat Pengawasan
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kedua kiri), saat kunjungan kerja ke Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu (29/4/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengusut kasus masuknya bawang bombai asal India ke Tanah Air. Apalagi, ukurannya disebut-sebut bertentangan dengan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 105 Tahun 2017 tentang Karakteristik Bawang Bombai yang Dapat Diimpor.

"Kami akan mengusut kasus ini segera, dengan menerjunkan tim ke lokasi untuk mengetahui pasti dan pendalaman," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Dia menambahkan, juga akan meminta klarifikasi kepada importir terkait masalah tersebut. "Badan Karantina sebagai pintu utama arus komoditas pertanian keluar dan masuk, kami minta memperketat penjagaan," imbuhnya.

Kementan, kata Suwandi, tak pernah mengeluarkan izin impor yang bertentangan dengan regulasi. Terlebih, impor bawang merah lantaran produksi dalam negeri melampaui kebutuhan.

"Kita sudah ekspor bawang merah sejumlah negara, seperti Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura. Jadi, tidak mungkin kita impor. Apalagi beberapa bulan lalu harganya sempat turun, karena produksi melebihi kebutuhan," pungkasnya.

Petani bawang merah  sebelumnya, mengeluhkan kehadiran bawang bombai ke sejumlah pasar di berbagai daerah dan diduga masuknya ilegal. Pasalnya, menyebabkan harga bawang merah kembali turun.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, berpendapat demikian, karena bawang tersebut berukuran dua sentimeter dan berwarna merah. Alhasil, ketika dioplos dengan bawang merah lokal, akan terlihat sama.

Sementara, Kepmentan Nomor 105 Tahun 2017 menyebutkan, bawang bombai yang bisa diimpor cuma dua jenis, bawang bombai cokelat berumbi putih dan bawang bombai merah berumbi merah. Kemudian, diameter minimal lima sentimeter dibelah secara horizontal.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)