logo rilis
Batas Usia Menikah Minimal 19 Tahun
Kontributor
Nailin In Saroh
15 September 2019, 10:00 WIB
Batas Usia Menikah Minimal 19 Tahun
Wakil Ketua Baleg DPR RI Sudiro Asno saat menjadi pembicara dalam konferensi Pers yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia yang mendesak DPR RI mengesahkan 19 tahun sebagai batas minimal usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki, di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Sudiro Asno mengatakan bahwa salah satu hal yang diperjuangkan dalam proses revisi Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 adalah batas minimum yang ditujukan untuk perempuan dan laki-laki untuk bisa menikah, yakni usia 19 tahun.

Demikian disampaikan Sudiro saat menjadi pembicara dalam konferensi Pers yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia yang meminta DPR RI mengesahkan 19 tahun sebagai batas minimal perkawinan bagi perempuan dan laki-laki, di Pusat Media DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9 / 2019).

“Kami sudah bahas di Panja Baleg, dan salah satu yang meminta yang dibahas tentang Pasal 7 ayat khusus 1, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang disepakati pada keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22 tahun 2017, demikian juga agar sesuai dengan perkawinan 19 tahun, “ujar Sudiro.

Karena pada bunyi pasal yang lama disetujui, sambung Sudiro, diizinkan menikah untuk wanita 16 tahun dan untuk pria 19 tahun. Politisi Fraksi partai Hanura yang menyampaikan, proses kronologis revisi Undang-Undang Perkawinan ini pada awalnya merupakan komitmen dari Anggota Dewan.

“Bagaimana Indonesia bisa maju jika sumber daya manusianya yang masih menunggu masih muda sudah menikah. Saya tidak setuju dan anti perkawinan, tetapi semestinya harus layak pendidikan, ekonomi, psikologi, juga layak sosiologis, di samping faktor-faktor yang dapat dipahami kawin cerai yang terjadi, ”katanya.

Sudiro memaparkan, dari 10 fraksi yang ada di DPR, 8 fraksi batas usia minimal menikah yaitu 19 tahun untuk Pasal 7 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1974. Sedangkan dua fraksi lainnya yaitu PKS dan PPP dengan perjanjian kerja, masih belum disetujui dan batas minimum untuk pernikahan adalah 18 tahun.

“Karena menyetujui fraksi yang sudah disetujui (usia) 19 tahun, maka rapat yang membatasi batas usia minimal pernikahan adalah 19 tahun, kecuali dua fraksi (PKS dan PPP) yang tetap berusia 18 tahun,” tutur Sudiro.

Sementara itu, Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris menyetujui peran media yang meminta kelompok yang membantu mensosialisasikan peraturan perundang-undangan.

“Peran media penting sekali untuk mensosialisasikan apa yang menjadi keputusan Badan Legislasi. Seperti, lalu ubah dari usia 16 tahun ke atas 19 tahun untuk wanita yang akan menikah, salah satunya karena hasil tinjauan yudisial MK Nomor 22 tahun 2017. Di mana menyepakati / mengabulkan permintaan dari tiga orang perempuan terhadap usia minimum pernikahan perempuan, ” kata Andi Yuliani .

Diharapkan undang-undang ini akan menghilangkan, membrikan akses yang lebih, baik untuk perempuan, anak perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan pendidikan dan akses informasi terhadap pekerjaan, memberikan peluang untuk alat perempuan untuk bisa tumbuh kembang baik.

“Angka perceraian cukup tinggi. Di Asean mungkin kita memilih posisi tertinggi untuk masalah perceraian. Tingginya angka perceraian pasangan usia muda yang belum mapan ekonomi dan mental, ” pungkasnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID