logo rilis

Banyak Pulau, Belitung Dianggap Cocok Terapkan Nomadic Tourism 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
30 Oktober 2018, 12:20 WIB
Banyak Pulau, Belitung Dianggap Cocok Terapkan Nomadic Tourism 
Menpar Arief Yahya. FOTO: Dok Kemenpar.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, meyakini konsep nomadic tourism cocok untuk diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. 

Bahkan, menurut dia, konsep tersebut akan menjadi solusi dalam hal amenitas lantaran karakteristik Belitung yang terdiri dari banyak pulau. 

"Di Belitung ini ada lebih dari 100 pulau, kalau kita bangun amenitas dengan bangunan yang fixed waktunya akan lama," kata Menpar Arief melalui siaran persnya kepada rilis.id, Selasa (30/10/2018). 

Menpar Arief menjelaskan, nomadic tourism adalah sesuatu yang sifatnya sementara tetapi akan menjadi solusi selamanya. 

Pasalnya, segala aktivitas atau bisnis yang terkait gaya hidup dan budaya akan berpindah-pindah seperti menggunakan glamp camp, home pod, dan caravan sebagai fasilitas akomodasi.

Dengan konsep tersebut, ujar dia, maka investor tidak perlu banyak pertimbangan dibanding dengan membangun sebuah hotel yang permanen. 

"Selain itu pasar dari nomadic tourism ini juga besar. Untuk pasar domestik diperkirakan ada 21 juta orang dan untuk wisman total ada 30 juta yang menginginkan konsep ini. Jadi pasarnya besar," ujarnya. 

Menpar Arief mendorong agar pengembangan nomadic tourism dapat terus dikembangkan di Belitung. Tidak hanya investor besar, tetapi juga bisa dilakukan dari komunitas atau masyarakat. 

Kemenpar, tegas Arief, akan membantu mencarikan pendanaan dengan meyakinkan perbankan agar mau menyalurkan dana pinjaman untuk investasi. 

"Ujungnya seperti KUR Pariwisata atau dana desa yang boleh digunakan untuk membangun amenitas seperti ini. Kita juga siap membantu mempromosikan siapa-siapa yang menjalankan konsep seperti ini," tegas dia. 

Salah satu tempat wisata yang sudah menerapkan nomadic tourism di Belitung adalah Eco Beach Tent. Lokasinya berada di salah satu bagian terbaik di pantai Belitung, Tanjung Kelayang.

Berdiri di atas lahan seluas 6 hektar, Eco Beach Tent menawarkan pengalaman luar biasa untuk wisatawan. Menginap di sebuah tenda di kawasan yang sangat alami, namun dengan fasilitas seperti hotel berbintang.

General Manager Eco Beach Tent, Ria Indra, menuturkan, dengan mengusung konsep glamourious camp, tenda-tenda di Eco Beach Tent dirancang, dibuat, dan dikerjakan dengan baik oleh tukang kayu lokal dengan memanfaatkan elemen alam seperti nipah sawit atau daun kelapa dan dolken log. 

"Filosofi desain terpusat pada estetika wabi-sabi. Sebagian besar daerah ditinggalkan dengan kekasaran dan kesederhanaan materi untuk menghargai ketidaksempurnaannya," sambungnya.

"Semua tenda memiliki teras pedesaan dengan pemandangan yang menakjubkan lautan tak terbatas," tutur Ria.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)