logo rilis
Banyak Korupsi, Bamsoet Ingin KPK Kaji Pilkada Langsung
Kontributor
Tari Oktaviani
12 Maret 2018, 15:49 WIB
Banyak Korupsi, Bamsoet Ingin KPK Kaji Pilkada Langsung
Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian terkait baik buruknya pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung dan tidak langsung. Pasalnya dia melihat dalam pilkada langsung lebih banyak tindakan korupsinya.

"Kami minta kepada KPK untuk melakukan pengkajian. Apakah benar yang disampaikan sebagian masyarakat kepada kami di DPR, pilkada langsung ini lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," ujar dia di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurutnya, pilkada langsung banyak dampak negatifnya. Salah satunya adalah ekses korupsi dan adanya pengeluaran uang yang tidak sedikit dilakukan oleh calon kepala daerah.

"Kami memberikan masukan berdasarkan masukan dari masyarakat bahwa ada sebagian publik menilai pilkada langsung lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Karena makin memperbesar korupsi di daerah-daerah karena untuk maju sebagai kepala daerah itu sangat dibutuhkan biaya yang sangat tinggi dan akhirnya ujung-ujungnya korupsi," sebutnya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku akan mengkaji sistem pilkada langsung maupun tidak langsung. Adapun rencananya KPK akan mengundang para petinggi lembaga negara dan para politisi serta pakar-pakarnya.

"Kita akan melakukan kajian lagi, kajian pasti kita akan melibatkan banyak stakeholder, tadi juga Pak Syamsudin Haris dari LIPI juga datang. Nanti kita undanglah banyak ahli banyak pakar kita undang, untung-ruginya, baik-buruknya, apakah pilkada langsung atau apakah pilkada keterwakilan seperti yang lalu," tutup Agus.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)