logo rilis
​Bantuan Beras ke Suriah, Kementan: Ini juga Menyejahterakan Petani
Kontributor
Fatah H Sidik
21 April 2018, 18:46 WIB
​Bantuan Beras ke Suriah, Kementan: Ini juga Menyejahterakan Petani
Kontainer berisi beras bantuan ACT untuk Suriah sedang diangkut ke kapal kemanusiaan di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/4/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Medan— Lembaga nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirim bantuan 1.000 ton beras ke pengungsi Suriah dari Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/4/2018). Bantuan akan didistribusikan melalui Pelabuhan Iskanderun, Turki.

Kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bantuan tersebut tak sekadar sebagai bentuk kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. "Ini juga akan menyejahterakan petani Indonesia," ujarnya saat sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menteri Bidang Investasi dan Perdagangan Luar Negeri, Mat Syukur, beberapa saat lalu.

Senior Vice President ACT, Imam Akbari, menambahkan, bantuan itu juga membuktikan semangat gotong royong dan solidaritas rakyat Indonesia terhadap sesama. "Ini juga menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia telah swasembada beras dan bergerak menuju lumbung pangan dunia," lanjut dia.

Seluruh beras yang dikirimkan ke Suriah diproduksi petani Aceh pada musim panen raya Maret 2018. Bulir-bulir padi dikemas dalam puluhan ribu karung beras dan tersimpan dalam 40 kontainer.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga, menyampaikan, pihaknya terus mendorong semua program dan upaya kemanusiaan. Penyiadaan pangan bagi masyarakat dunia, misalnya.

"Gerakan kemanusiaan ACT ini sangat baik, karena menolong sesama umat manusia. Semoga dengan cara yang baik juga, akan memberikan energi yang positif bagi pertanian Indonesia dan kebaikan masyarakat kita secara lebih luas," harapnya.

Pengiriman tersebut merupakan bantuan kelima yang dikirimkan ACT. Sebelumnya, kapal bantuan kemanusiaan ini menyambangi sejumlah negara yang dilanda krisis kemanusiaan, seperti Somalia, Palestina, dan etnis Rohingya di Bangladesh. Bahkan, pernah memberikan bantuan 100 ton beras ke Asmat, Papua, yang terkena gizi buruk.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)