logo rilis
Bantuan Alsintan Melonjak, Menteri Amran: Jangan Biarkan Lahan Tidur
Kontributor
Fatah H Sidik
24 Mei 2018, 21:02 WIB
Bantuan Alsintan Melonjak, Menteri Amran: Jangan Biarkan Lahan Tidur
enteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (caping), berbincang dengan petani saat meninjau lokasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Lumajang— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta petani Lumajang, Jawa Timur, tak membiarkan lahan pertanian menganggur. Sebab, ada bantuan alat mesin pertanian (alsintan), agar terus berproduksi.

"Kalau alat mesin pertanian bergerak, lahannya pasti bangun, petaninya pasti bekerja. Akan ada perekonomian yang juga bergerak. Kesejahteraan meningkat," ujarnya setelah meninjau optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, Kamis (24/5/2018).

Kata pembantu Presiden asal Bone ini, pemerintah menggenjot bantuan alsintan sejak empat tahun lalu. Agar terus dimanfaatkan, Kementan telah merealokasi 1.500 alsintan ke lahan yang lebih produktif.

"Tujuan kami turun, adalah untuk optimalkan alsintan. Tujuannya, adalah agar biaya produsi lebih ringan, mempercepat tanam, dan meminimalisir losses. Jadi, harus ada pengecekan kembali. Jangan ragu untuk memindahkan, jika tidak produktif," terangnya.

Menteri Amran menambahkan, bantuan alsintan berasal dari uang rakyat. Untuk meningkatkan jumlah bantuan, Kementan memangkas berbagai alokasi anggaran yang tak langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.

"Demi alsintan dan mendahulukan petani, tidak boleh ada yang main-main dengan alat milik rakyat. Apalagi, sampai bayar-bayar," tandas jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Bantuan alsintan melonjak signifikan selama era Menteri Amran. Beberapa alasannya, meningkatkan indeks pertanaman (IP), mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian, serta kegiatan pe??rtanian lebih praktis dan hemat biaya.

Salah satu penerima alsintan di Lumajang, adalah Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan yang memiliki 120 anggota dan lahan 44 hektare. Mereka menerima dua unit traktor roda dua dan satu unit transplanter. Sedangkan total se-Lumajang, mencapai 432 unit traktor roda dua, 30 unit traktor roda empat, 56 unit combine harvester kecil, 19 unit combine harvester sedang, lima unit combine harvester besar, serta 187 pompa air. 

Hingga Mei 2018, luas tambah tanam di Desa Wonorejo mencapai 24 hektare dari 44 hektare (periode April-September). Poktan Tunas Harapan menanam padi varietas Inpari 8, Inpar 30, Inpari 33, Sidenuk, Situbagendit, serta Ciherang.

Agar alsintan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh petani dan operator, Kementan juga memberikan pendampingan melalui kegiatan on the job training (OJT). Kegiatan menerjunkan tim mekanisasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang.


500
komentar (0)