logo rilis

Bantai Warga Palestina, Israel Disebut Biadab
Kontributor
Nailin In Saroh
16 Mei 2018, 10:19 WIB
Bantai Warga Palestina, Israel Disebut Biadab
Aksi Dukung Palestina Depan Dubes AS. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 55 orang warga Palestina menjadi korban kekejaman militer Israel. Mereka tewas saat melakukan aksi demonstrasi mengecam pembukaan Kedubes AS di Yerussalem dan HUT ke-70 Kependudukan Israel. 

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menilai, tindakan Israel yang menewaskan 55 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya itu layak disebut sebagai pembantaian dan merupakan tindakan biadab. 

Pihaknya pun, kata Jazuli, sudah memprediksi saat aksi besar di Monas Jumat, 11 Mei lalu bahwa pemindahan Kedubes AS ke Yerussalem, dan pengakuan sepihak Yerussalem sebagai Ibu kota Israel sejatinya adalah babak baru kezaliman Israel kepada bangsa Palestina.

"Hal itu terbukti, di hari peresmian Kedubes Amerika kemarin, mereka telah membantai tak kurang dari 55 warga Palestina yang sedang berunjuk rasa. Sungguh tindakan yang biadab!," ujar Jazuli kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Atas kejadian tersebut, Anggota Komisi Luar Negeri DPR ini meminta, otoritas internasional melalui PBB, OKI, atau koalisi negara-negara untuk pembelaan Palestian melakukan sidang darurat guna mengambil langkah-langkah efektif dan eksekutorial.

Hal ini dilakukan untuk menghentikan kebrutalan Israel yang baru saja mendapat legitimasi (dukungan) dari Amerika Serikat atas Yerussalem. 

"Dunia harus melihat ini sebagai tragedi kemanusiaan dan menghukum Israel atas tindakan brutalnya betapapun selama ini Israel seolah tak terjamah hukum internasional," ujar dia.

"Tapi, setidaknya kita menunjukkan pada penduduk dunia bahwa pembantaian nyawa manusia tidak didiamkan dan memiliki konsekuensi serius," tambah Jazuli. 

Anggota Komisi I ini juga meminta Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes, kecaman, dan mengambil inisiatif multilateral untuk menghentikan kebiadaban Israel.

Hal ini, lanjut Jazuli, semata-mata untuk menunjukkan keberpihakan bangsa kita pada kemanusiaan universal dan hutang Indonesia atas kemerdekaan bangsa Palestina yang hingga kini masih terjajah. 

"Kita bangsa Indonesia saat ini sedang berduka akibat serangan teroris biadab. Pada saat yang sama warga Palestina juga sedang berduka merasakan pembantaian yang tak kalah biadab, bahkan dengan jumlah korban yang jauh lebih besar," jelasnya.

"Untuk itu, atas dasar solidaritas kemanusiaan dan amanat konstitusi UUD 1945, sudah semestinya Pemerintah Republik Indonesia turut mengecam dan melakukan langkah-langkah multilateral dan diplomatik atas kejadian ini," pungkasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)