logo rilis
Bank Mandiri Ganti Kerugian Nasabah Korban Skimming
Kontributor
Ainul Ghurri
21 Maret 2018, 23:27 WIB
Bank Mandiri Ganti Kerugian Nasabah Korban Skimming
Bank Mandiri menggelar konferensi pers terkait perombakan jajaran direksi baru di Plaza Mandiri, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— PT Bank Mandiri (Persero) mengklaim, sudah mengganti kerugian 140 nasabah korban duplikasi data (skimming). Total kerugian yang diganti sebesar Rp260 juta.

"Semua nasabah yang kena korban skimming telah diganti uangnya, Senin (19/2) kemarin. Jadi, sudah selesai," ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Katanya, pelaku kejahatan skimming rata-rata orang luar negeri. "Pelaku ini ada dari Timur Tengah, Cina, dan Malaysia," bebernya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Bank Mandiri meningkatkan keamanan di tiap mesin ATM melalui pantauan insentif. "Empat belas ribu ATM juga harus kita datangi satu per satu. Kita juga akan lebih proaktif dan responsif," jelasnya. Bank Mandiri memiliki 17 ribu ATM dan tersebar di seluruh Indonesia.

Kemudian, akan mempercepat migrasi kartu debit dari teknologi pita magnetik menjadi chip. Hingga awal Maret 2018, perusahaan pelat merah itu menyiapkan 25 persen dari 17 juta kartu debit berbasis chip. "Kita upayakan pergantian ini maksimal tiga tahun sampai empat tahun terlaksana," terangnya.

Bank Mandiri mengeluarkan US$2 per kartu untuk mengantisipasi skimming. "Lumayan juga," jawabnya diplomatis. Para nasabah pun diminta waspada dan melaporkan kejadian, kala ada kejanggalan di mesin ATM.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)