logo rilis
Bangun Desa, Kemendes Rangkul Kampus
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
13 April 2018, 23:11 WIB
Bangun Desa, Kemendes Rangkul Kampus
FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memantapkan sinergi dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides). 

Sinergi tersebut kini dilakukan dengan sinkronisasi program kerja antar keduanya, agar aksi nyata pembangunan pedesaan dapat berjalan konkret dalam waktu dekat. 

Kepala Biro Humas dan Kerjasama, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mewakili Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan, desain dan peta potensi perguruan tinggi sudah terbentuk. 

"Ini jadi momentum menyingkronkannya," kata dia dalam rapat sinergi antara Kemendes PDTT dan Forum Pertides di Hotel Novotel Mangga Dua Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam proses implementasi program kerja dan timeline pembangunan pedesaan yang telah disusun masing-masing pihak. 

Integrasi program prioritas pemerintah dan perguruan tinggi serta alokasi anggaran menjadi penting agar upaya percepatan pembangunan pedesaan berjalan optimal.
 
Ia meyakini, pemikiran dan karya intelektual dari perguruan tinggi berperan penting dalam pembangunan desa. Untuk mewujudkan langkah tersebut, forum ini mempertemukan langsung perguruan tinggi dengan unit kerja eselon 1 di Kemendes PDTT.

“Dengan duduk bersama, kami berharap bisa menemukan link and match. Bersama kita usahakan di tahun 2018 ada hasil sinergi yang kita laksanakan secara konkret," ujarnya. 

"Tidak hanya sekedar ide. Hasil sinkronisasi hari ini juga akan kita evaluasi," sambung dia.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum Forum Pertides yang juga merupakan Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Teguh Soedarto mengatakan, forum ini menjadi momen untuk menajamkan integrasi program antarinstitusi. 

Dirinya menambahkan, lima lingkup utama Forum Pertides yakni penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan SDM desa, peningkatan keberdayaan desa, pemberdayaan pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pembangunan infrastruktur desa akan menjadi rambu-rambu utama yang akan disinergikan.

"Kita harus menyinkronkan potensi sumber daya lokal menjadi wujud kegiatan nyata melalui tangan-tangan dingin perguruan tinggi. Dengan berbasis ilmu pengetahuan dan sumber daya mahasiswa, kami yakin masyarakat juga akan menerimanya dengan adem," ujarnya.

Dirinya menambahkan, ke depan Forum Pertides akan menyosialisasikan sinergi program kerja tersebut melalui sebuah website

Dengan demikian, publik dapat melihat kisah-kisah sukses hasil sinergi pemerintah dan perguruan tinggi serta masyarakat desa yang melihatnya dapat terinspirasi.

"Bersama kementerian, perguruan tinggi berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan bimbingan untuk pemberdayaan masyarakat desa," lanjutnya.

Forum Pertides merupakan kesatuan unsur seluruh perguruan tinggi dengan tujuan utama berkontribusi membangun desa-desa di Indonesia.

Forum Pertides terus menyumbangkan pemikiran dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian serta pendampingan program-program pemberdayaan masyarakat desa.

Sejumlah peran yang diambil dalam mendukung pembangunan desa diantaranya adalah energi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mitigasi bencana, bioteknologi, infrastruktur desa, industri kreatif, sumber daya air, dan produk/alat bantu.

Saat ini, 11 (sebelas) perguruan tinggi tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Forum Pertides. Sebelas perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Universitas Trunojoyo, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Brawijaya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan.


500
komentar (0)