logo rilis
Bangun Akses Internet di Mentawai, Menkominfo: Kita Enggak Mikir Untung Rugi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
11 April 2019, 16:31 WIB
Bangun Akses Internet di Mentawai, Menkominfo: Kita Enggak Mikir Untung Rugi
Menkominfo Rudiantara. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Padang— Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menegaskan, pihaknya tidak memikirkan keuntungan dan kerugian dalam membangun Base Transceiver Station (BTS) dan akses internet untuk sejumlah wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. 

Menurut Rudiantara, pembangunan BTS dan akses internet melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) adalah sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam rangka mengurangi kesenjangan antara masyarakat di kota dengan desa dalam hal teknologi dan informasi. 

"Ini cara Kominfo dan BAKTI membangun di daerah 3T melaluli kebijakan keberpihakan atau afirmatif policy. Tidak melihat untung ruginya. Ini masyarakat di daerah T3 bisa mendapatkan layanan internet segera. Agar kesenjangan internet kota dengan desa, kota besar dengan kota kecil makin lama makin menipis," katanya usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (11/4/2019). 

Rudiantara mengatakan, pembangunan akses internet dan BTS terus dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah T3. Nantinya, menurut dia, pembangunan itu akan terus dilakukan sampai wilayah-wilayah pegunungan. 

"Bertahap, kalau keterhubungan jaringan backbone, tulang punggung internet, sampai kabupaten selesai pertengahan tahun ini melalui Palapa Ring. Tapi kalau sanpai titiknya, gunung dan lainnya ya tunggu betahap lah," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama BAKTI Anang Latif, menjelaskan, pihaknya menargetkan pembangunan akses internet dan BTS sebanyak 133 daerah T3 untuk 2019 ini, termasuk salah satunya di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. 

"Ada 133 daerah 3T, salah satunya Mentawai, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Tahun ini insyaallah selesai," tandasnya. 

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID