logo rilis
Bangkitkan Petani Milenial, BPTP Banten Optimalkan Pendampingan
Kontributor
Elvi R
14 Agustus 2019, 07:57 WIB
Bangkitkan Petani Milenial, BPTP Banten Optimalkan Pendampingan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pada Selasa, (13/08/2019 BPTP)? Banten menyambut kedatangan petani milenial beserta pendampingnya dari 7 kab./kota di Provinsi Banten.

Kedatangan petani tersebut terkait dengan undangan BPTP Banten untuk melakukan pendampingan berupa pelatihan untuk mengoptimalkan potensi petani milenial tersebut. Total peserta petani dan pendamping yang hadir sebanyak 80 orang. 

Pelatihan yang diberikan berupa Teknologi Budidaya Ayam KUB, Penggunaan Aplikasi Teknologi Pertanian Berbasis Android, dan Teknologi Pembuatan Instalasi Tanaman Hidroponik. 

Petani milenial sangat berpotensi untuk menjadi gerakan pembaharu dan mewujudkan keberlanjutan pembangunan pertanian di Indonesia. Regenerasi petani menjadi sebuah keharusan menghadapi berbagai tantangan terutama tantangan penyediaan kebutuhan pangan yang semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk, dan kenyataan pekerja sektor pertanian yang masih banyak diisi oleh petani yang senior.

"Petani milenial menjadi salah satu solusi untuk mempercepat regenerasi, mereka melek teknologi, umumnya memiliki alat komunikasi berbasis android, dan juga semangatnya sangat tinggi, semua ini menjadi modal penting untuk melakukan pembaharuan di masyarakat tani dan jelas mendukung percepatan peningkatan produksi pangan," ucap Kasie KSPP BPTP Banten ST Rukmini.

Materi Teknologi budidaya Ayam KUB yang disampaikan oleh Dewi Haryani, SPi, M.Si selaku peneliti BPTP Banten, penting untuk diberikan sebagai upaya memasyarakatkan budidaya Ayam KUB dan meningkatkan produksinya. Selain itu, sebagian peserta berasal dari lokasi Program #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) yang mendapat bantuan Ayam dari Kementan untuk dikembangbiakkan sehingga bernilai ekonomi. 

Sementara itu, Penggunaan Aplikasi Teknologi Pertanian Berbasis Android yang disampaikan oleh Tian Mulyaqin, SP, M.Sc (Peneliti BPTP Banten) dimaksudkan agar petani melek teknologi pertanian yang telah disajikan secara online dengan bermodalkan hp android. Untuk itu, dalam acara ini semua peserta dan pendamping merupakan orang yang memiliki dan mampu mengoperasikan hp berbasis android. Dua penekanan utama penggunaan aplikasi android yang dilakukan, yaitu aplikasi KATAM (Kalender Tanam) dan aplikasi MyAgri (sistem informasi teknologi budidaya sayuran yang disusun dan dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran).

Materi Teknologi Pembuatan Instalasi Tanaman Hidroponik disampaikan oleh Dr. Muharfiza (Peneliti BPTP Banten/Koordinator KP Singamerta) dan Ahmad Makmur (Teknisi Litkayasa BPTP Banten). Materi ini diperkenalkan agar petani tidak terkendala dengan keterbatasan lahan dan tetap dapat menikmati hasil yang bermutu di samping memperlihatkan sisi artistik pertanian. 

Semua rangkaian kegiatan diikuti oleh peserta dengan sangat antusias dan bersemangat. 

"Acaranya sangat bagus untuk membekali dan meyakinkan petani muda dalam kegiatan usaha taninya sehingga mereka semakin terlatih dan bersemangat dalam pengembangan usahanya" ujar Erna, penyuluh pendamping Kab. Lebak

Materi tidak hanya berupa teori tapi dilengkapi dengan praktek dan kunjungan lapang ke lokasi budidaya ayam KUB dan lokasi hidroponik yang semuanya berada dalam areal Kebun Percobaan (KP) Singamerta milik BPTP Banten.

Peserta sangat berharap agar pelatihan seperti ini sering dilakukan karena sangat membuka wawasan mereka tentang pertanian modern.

"Pelatihan semacam itu sangat perlu bagi generasi petani muda milenial karena sangat membuka wawasan dan pelajaran baru tentang pertanian yang modern karena minat milenial terhadap pertanian sangat rendah jadi penting sekali diadakan pelatihan semacam ini, semoga kedepannya pelatihan tentang petani muda milenial semakin diperbanyak" terang Ali Purnomo, Petani Milenial dari Pandeglang

Sumber: BPTP Banten/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID