logo rilis

Banding KPK Diterima, Andi Narogong Divonis 11 Tahun Penjara
Kontributor
Tari Oktaviani
18 April 2018, 20:45 WIB
Banding KPK Diterima, Andi Narogong Divonis 11 Tahun Penjara
Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/8/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis terdakwa kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Andi Agustinus alias Andi Narogong. Alhasil, hukumannya menjadi 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara.

Vonis terhadap pengusaha itu diperberatnya, lantaran banding Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK). Banding dilakukan, karena putusan hakim tingkat pertama dianggap mengenyampingkan fakta persidangan, meski dinilai terbukti melakukan korupsi.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan pidana penjara selama sebelas tahun dan denda sebesar satu miliar rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," tulis amar putusan banding yang dikutip rilis.id dari laman Direktori Putusan Mahkamah Agung (MA), Rabu (18/4/2018).

Vonis dibacakan Selasa (3/4). Putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Daniel Dalle Pairunan, serta I Nyoman Adi Juliasa, Achmad Yusak, Hening Tyastiyanto, dan Rusydi sebagai Hakim Anggota.

Dalam amar putusannya, Andi juga dijatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar US$2,5 juta dan Rp1,186 miliar dikurangi US$350. Selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap subsider dua tahun.

Putusan banding Andi ini lebih berat dari Vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sebelumnya, dia divonis delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier enam bulan kurungan. 

Baca: Andi Narogong Akui Lakukan Korupsi Proyek e-KTP

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)