Home » Bisnis

Bandara Antarbangsa Kertajati Siap Beroperasi Pertengahan 2018

print this page Selasa, 14/11/2017 | 08:27

Progres pembangunan Bandara Kertajati. FOTO: RILIS.ID/Arman Putra

RILIS.ID, Jakarta— Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka dipastikan siap beroperasi melayani penerbangan luar negeri pada April 2018. Optimisme itu didapat setelah pembangunan bandara menunjukkan kinerja mencapai 67,5 persen per 5 November 2017.
 
Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, dari tiga paket yang dikerjakan para kontraktor untuk bagian sisi darat, seluruhnya sudah berjalan sesuai rencana. Bahkan paket satu yang meliputi pembangunan infrastruktur oleh  PT Adhi Karya Tbk. sudah mendekati sempurna atau 98,7 persen.
 
Paket satu meliputi pengerjaan infrastruktur bandara meliputi jalan, drainase, lansekap parkir dan ramp simpang susun. 

"Untuk area ramp simpang susun ini pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. Sisa pengerjaan paket satu akan rampung akhir November ini," ucap Virda dalam jumpa pers di area terminal Bandara Kertajati, Majalengka, Senin (13/11/2017).
 
Selanjutnya paket dua meliputi pembangunan gedung terminal penumpang yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Pembangunan Perumahan (PP) capaian pekerjaannya sudah mencapai 53,8 persen. Lingkup yang dikerjakan pengembang yakni berupa interior, atap utama, atap boarding lounge, bird eye view dan arsitektur kom ACP.
 
Beberapa fasilitas interior terminal tiga lantai juga sudah cukup menggemberikan. Berdasarkan fakta di lapangan area lantai satu secara fisik sudah 95 persen. Area tersebut lebih cepat selesai karena dibangun secara pararel dan tidak terpengaruh cuaca. 

Fasilitas yang akan diberika PT BIJB di area terminal komersial yakni aircraft simulator, airport miniatur, toruism galery, quite room dan VIP lounge.
 
"Untuk umroh dan haji lounge juga sudah disiapkan dengan luas sampai 1.300 meter persegi," imbuhnya.
 
Area terminal saat ini tengah fokus pada pemasangan atap yang berada di lantai tiga. Atap dengan bentangan 96 meter cukup menantang karena bentuk yang menyerupai ekor burung merak sebagai ikon bandara. Struktur atap terminal utama penumpang menggunakan sistem mega span dengan penutup membran.
 
"Elemen yang bersifat elastis ini diambil dari akar dan nilai budaya Jawa Barat," ujar Virda.
 
Adapun untuk paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah hampir mendekati sempurna dengan 90,8 persen. PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

Untuk kesiapan fasilitas lain dari BIJB, progres penyedia dilakukan oleh multipihak tidak kalah menggembirakan. Sebut saja fasilitas bahan bakar pesawat untuk hydrant pit dari Pertamina sudah siap 100 persen. Selanjutnya pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah mencapai 82 persen.
 
"Lainnya fasilitas dari BMKG sudah mencapai 99 persen, penyambung air sudah mencapai 95 persen dan penyambungan listrik mencapai 96 persen," jelas Virda.‎

Bergeser untuk kesiapan runway sarana paling penting untuk take off dan landing pesawat, yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter oleh Kementrian Perhubungan saat ini progresnya sudah mencapai 90 persen. Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB bisa didarati pesawat berbadan lebar misalnya Boeing 747. 

“Dengan seluruh kesiapan tersebut April ini kita optimis bisa soft launching sedangkan pertengahan kita bisa beroperasi," katanya.

Penulis Arman Putra
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

bijb bandara kertajati majalengka

loading...