logo rilis
Bamsoet Sebut 'Cashless' Bisa Cegah Korupsi
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
18 April 2018, 02:09 WIB
Bamsoet Sebut 'Cashless' Bisa Cegah Korupsi
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menuturkan, saat ini tren perkembangan sistem transaksi keuangan non-tunai mengalami peningkatan, baik dari sisi nominal maupun volume transaksi.

"Namun, aktivitas transaksi keuangan non-tunai didominasi masyarakat menengah ke atas dan berada di perkotaan," kata Bamsoet di kantor PPATK Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Karena itu, pemerintah disarankan harus menyiapkan fasilitas infrastruktur pendukung, agar transaksi keuangan non-tunai yang terintegrasi dan merata hingga desa-desa.

Menurut dia, Bank Indonesia harus mendorong implementasi gerakan nasional transaksi non-tunai agar dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, baik di kota maupun desa.

Dalam berbagai penelitian, kata dia, menunjukkan hasil bahwa transaksi non-tunai memiliki peran dalam pencegahan korupsi. Negara-negara eropa telah membuktikannya.

Negara dengan transaksi tunainya tinggi, memiliki persepsi tingkat korupsi yang lebih buruk bila dibandingkan dengan negara yang transaksi tunainya rendah.

"Di Denmark, Swedia, Finlandia yang transaksi tunainya rendah yakni 10-20 persen memiliki tingkat korupsi yang rendah," ujarnya Bamsoet.

Makanya, tegas Bamsoet, DPR akan memberikan dukungan terhadap RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal dan memastikan rancangan regulasi itu masuk dalam prioritas legislasi 2018.

"Tujuan utama penyusunan RUU tersebut adalah memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang," ungkap dia.


500
komentar (0)