logo rilis

Bamsoet: Puisi Sukmawati Sangat Menyinggung, Segera Minta Maaf 
Kontributor
Zul Sikumbang
04 April 2018, 11:33 WIB
Bamsoet: Puisi Sukmawati Sangat Menyinggung, Segera Minta Maaf 
Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, tersinggung dengan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan oleh putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri. Pasalnya, tidak hanya meyinggung dirinya, namun juga umat Islam. 

“Saya juga sebagai muslim tersinggung mengenai puisi itu,” kata Bambang di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/4/2018). 

Kata Bambang, Sukmawati telah membuat kekeliruan besar karena mencampuradukan antara agama dan kebudayaan melalui puisi yang dibacakannya.

“Apalagi kemudian menilai suatu ajaran agama dalam bentuk puisinya. Itu sangat menyinggung sekali. Dan sebagai tokoh kami menyesalkan Bu Sukma tidak menunjukkan panutan, di mana kita hidup dalam keragaman beragama dan saling menghormati di antara ajaran beragama,” kata politisi Golkar itu.

Meski tersinggung dan menyayangkan sikap itu, ia berkeyakinan, apa yang dilakukan oleh Sukmawati adalah atas nama pribadi, bukan atas nama keluarga besar Bung Karno.

“Saya yakin itu bukan suara dari keluarga Bung Karno, itu adalah pribadinya Bu Sukma. Saya juga tidak tahu motivasinya apa, tetapi yang pasti kalau dia mencampuradukan agama dengan kebudayaan sangat keliru, kan tidak boleh,” kata Bambang.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada Sukmawati untuk segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, sehingga dapat meredam tindakan yang tidak diinginkan.

“Menurut saya yang terbaik sekarang Bu Sukma meminta maaf, kita anggap ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya. 

Terkait dengan reaksi masyarakat yang muncul akibat puisi Sukmawati, Bambang bisa memahami, apalagi akan ada aksi demo oleh alumni 212. Namun, ia berharap protes yang dilakukan adalah protes yang baik, yang santun, tidak merusak lagi dan membuat gaduh lagi kehidupan kebangsaan.

“Ya menurut saya apapun reaksi yang timbul itu, kami bisa memahami. 

Menurutnya, pelaporan ke polisi adalah jalan yang paling tepat, supaya dilakukan penyidikan apakah ada unsur kesengajaan. "Tetapi bahwa itu melukai suatu kelompok iya, tetapi justru kami ingin Bu Sukma dengan lapang dada meminta maaf atas kekeliruannya kemudian meralat, itu selesai,” pungkas Bambang.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)