logo rilis
Bamsoet Minta Densus Genjot Pengawasan Terduga Teroris di Kampus
Kontributor
Yayat R Cipasang
05 Juni 2018, 00:51 WIB
Bamsoet Minta Densus Genjot Pengawasan Terduga Teroris di Kampus
Ketua DPR Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) beserta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menurut Bambang, langkah itu perlu segera ditempuh demi menangkal dan mengikis paparan radikalisme.

Berdasar penelitian BNPT, radikalisme telah masuk ke semua perguruan tinggi dari DKI Jakarta hingga Jawa Timur. Tujuh di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri. 

“Pimpinan DPR mendorong Kemenristekdikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan BNPT untuk mengadakan kegiatan-kegiatan bertema nasionalisme di sekolah maupun universitas guna meningkatkan cinta tanah air dan sikap bela negara pada generasi muda,” ujar Bamsoet, demikian politisi Golkar ini kerap disapa, di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Bamsoet menambahkan, pemerintah seyogianya bisa mencari solusi bagi lingkungan pendidikan agar aman dari kasus radikalisme maupun terorisme. Sebab, di lingkungan pendidikan terdapat banyak generasi muda.

Untuk itu Bamsoet mendesak para rektor mengarahkan para mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi yang mereka pimpin untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang positif. “Dengan BNPT untuk mengadakan kegiatan-kegiatan bertema nasionalisme di sekolah maupun universitas guna meningkatkan cinta tanah air dan sikap bela negara pada generasi muda,” cetusnya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) menggencarkan penyelidikan di kampus-kampus yang diduga terpapar radikalisme. “Agar jaringan terorisme dapat segera ditemukan dan diberantas,” sambungnya. 

Terkait penindakan, Bamsoet mendorong Polri terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap para terduga teroris termasuk di lingkungan kampus. “Guna mencegah berulangnya kasus terorisme, terutama di lingkungan pendidikan,” tegasnya.


500
komentar (0)