logo rilis

Bamsoet: Mari Bersama Jaga Rumah Besar Pancasila
Kontributor
Nailin In Saroh
26 Oktober 2019, 19:30 WIB
Bamsoet: Mari Bersama Jaga Rumah Besar Pancasila
Bambang Soesatyo dalam Musyawarah Besar Pemuda Pancasila ke-10 (Mubes PP X), sekaligus perayaan HUT Pemuda Pancasila ke-60, yang dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengajak seluruh elemen bangsa meminta rumah besar Indonesia sebagai rumah Pancasila. Rumah yang hangat dan nyaman untuk seluruh anak bangsa, rumah untuk mewujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia yang gemilang. 

"Membangun rumah besar Pancasila adalah milik kita semua. Mari kita bersama merapatkan barisan untuk bergotong royong memikul berbagai tantangan yang membutuhkan rumah Pancasila besar," kata Bamsoet dalam Musyawarah Besar Pemuda Pancasila ke-10 (Mubes PP X), kapan pun juga HUT Pemuda Pancasila ke-60, yang dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Selain Presiden Jokowi, turut hadir di antaranya Ketua DPD RI La Nyalla, Menpora Zainudin Amali, Menteri Koperasi Teten Masduki, Ketum Nasdem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai, Kasum Letjen TNI Joni Supriyanto dan mantan Menhan Ryamizard Ryacudu.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menggantikan, Indonesia membutuhkan generasi yang mendukung, mampu membalikkan ketidakmungkinan menjadi peluang, serta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan. Selain itu, mampu membuatnya menjadi keberlimpahan dan mampu mengubah tidak bernilai menjadi bernilai. 

"Pemuda Pancasila harus mampu pada kelompok pemuda itu. Mendukung, bisa berkontribusi dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dalam periode kedua ini menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia," kata Bamsoet.

Bamsoet yang juga Ketua Pelaksana Mubes PP X, memaparkan Pemuda Pancasila memiliki pokok-pokok perjuangan yang merupakan misi perjuangan organisasi di berbagai bidang. Diantaranya Bidang Ideologi dan Politik, Ekonomi, Pertahanan dan Keamanan, Alam dan Lingkungan Hidup, Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Hubungan Luar Negeri. 

"Khusus di Bidang Ideologi dan Politik, kami mendorong terwujudnya keteladanan dari para penyelenggara negara dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila, serta perlunya keteladanan nasional dalam merekatkan persatuan dan hubungan bangsa. Kami menghargai Dewan Presiden di sejuknya, ruang-ruang persatuan, tentara, pemilihan umum pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, "urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menuturkan, dalam rangkaian Musyawarah Besar ke-10 Pemuda Pancasila ini, telah menghasilkan dua nota kesepahaman antara Pemuda Pancasila dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kesepakatan ini terkait dengan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta kesiapsiagaan Pemuda Pancasila Tanggap Bencana.

"Semangat sumpah pemuda menjiwai penyelenggaraan Musyawarah Besar ke-10 Pemuda Pancasila ini, dan menjadi dorongan semangat bagi Pemuda Pancasila untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Selaras dengan ikrar Pemuda Pancasila yang berbunyi: Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia; Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia; Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia; dan Berideologi Satu, Ideologi Pancasila, "jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan Keluarga Besar Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang memperbaiki gerakannya untuk membangun pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh dalam mengawal ideologi Pancasila. Bukan organisasi preman yang menggunakan otot, golok, atau tatoo. Pemuda Pancasila lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan. Buktinya, anggota Pemuda Pancasila tersebar di semua partai politik. Pemuda Pancasila tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana. 

“Kekuatan otot tidak lagi relevan di jaman modern saat ini. sampai titik darah penghabisan, manakala ada yang lolos kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila, dan Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, "pungkas Bamsoet. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID