logo rilis

Bamsoet Ajak Warga Kepung DPR, Kenapa?
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
09 Mei 2018, 13:54 WIB
Bamsoet Ajak Warga Kepung DPR, Kenapa?
Ruangan Paripurna DPR. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, melangsungkan duet. Mereka berbagi panggung dalam membacakan "Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia" karya WS Rendra di Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Puisi punya daya magis yang luar biasa. Apalagi, membacakan karya sastrawan besar WS Rendra bersama Ketua MPR dan para seniman serta tokoh, membuat jiwa saya bergetar," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

Menurut dia, membaca puisi tersebut membuat dirinya hanyut pada masa dua puluh tahun silam saat kejadian Mei 1998. Terlepas dari berbagai efek sosial yang ditimbulkan, Mei 1998 telah membawa perubahan besar terhadap pergesaran politik bangsa.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menginginkan, setelah 20 tahun perjalanan reformasi yang diawali "dikuasainya" Kompleks Parlemen oleh rakyat, kini sudah waktunya semangat tersebut dikembalikan lagi ke Parlemen.

Peringatan 20 Tahun Reformasi yang dilakukan dengan berbagai rangkaian kegiatan, diharapkan dapat menguatkan kembali semangat kerakyatan ke dalam kegiatan keparlemenan.

"Ada banyak kegiatan. Puncaknya, pada tanggal 21 Mei nanti akan ada Malam Refleksi. Ini semua dilakukan agar DPR tidak menjadi tembok besi," terang Bamsoet.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Politisi Partai Golkar ini mengajak rakyat 'mengepung' kembali DPR RI. Namun, maksudnya bukanlah secara fisik seperti 20 tahun lalu, melainkan secara gagasan maupun kreasi tanpa batas.

"Kami di DPR RI adalah para wakil terhadap rakyat Indonesia. Jangan sia-siakan agenda besar reformasi yang telah kita cita-citakan bersama. Kami tidak akan biarkan DPR menjadi tembok besi yang tak bisa ditembus rakyat," ujarnya.

"Karena itu, pintu DPR RI selalu terbuka lebar bagi rakyat datang menyampaikan ide dan kreasinya. Seperti yang kita lakukan melalui Panggung Puisi dan Musik malam hari ini,” papar Bamsoet.

Sejumlah pejabat publik dan artis turut hadir mengisi acara dengan membacakan puisi. Antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Lalu, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Ketua KPK Agus Rahardjo, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda dan sejumlah artis seperti Reza Rahardian, serta Lukman Sardi.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)