logo rilis
Bambang Soesatyo Diperiksa KPK terkait Kasus e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
08 Juni 2018, 11:23 WIB
Bambang Soesatyo Diperiksa KPK terkait Kasus e-KTP
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia datang sebagai penjadwalan ulang dari pemanggilannya yang lalu.

Pria yang kerap disapa Bamsoet ini mengaku tak tahu menahu ihwal dana transfer yang diduga dari aliran duit proyek e-KTP. Terlebih kala proyek e-KTP berjalan, ia masih duduk di Komisi III DPR yang bukan naungan Kemendagri.

"Intinya adalah diminta klarifikasi adanya transfer dana Rp50 juta ke Jateng (DPD Golkar). Saya sampaikan bahwa saya selaku anggota DPR, itu tahun 2012, saya sampaikan tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp50 juta itu dan dari mana, dari siapa, motifnya apa karena tahun 2012 itu saya di Komisi III dan tidak mengetahui samsek urusan Komisi II. Jadi pertanyaan selesai di situ," katanya di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/6/2018)

Menurut Bamsoet, penyidik menemukan bukti adanya dana transfer Rp50 juta ke DPD Golkar di Jawa Tengah. Namun uang itu sudah dikembalikan ke KPK.

"(Dikembalikan) Desember 2017. Itu ditransfer Mei 2012, kemudian dikembalikan, menurut tadi disampaikan, itu Desember 2017, dan saya tidak tahu sama sekali," ungkapnya.

Terlebih, ia juga tidak mengenal sama sekali dengan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung yang merupakan tersangka e-KTP di KPK. Ia mengatakan, hanya sebatas mengenal Irvanto sebagai keponakan Setya Novanto yang juga merupakan kader Golkar.

"Yang bisa sampaikan adalah, saya tidak kenal sama sekali dengan Made Oka. Saya hanya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov dan dia pengurus Partai Golkar. Hanya itu aja. Pertanyaan selesai," tutupnya.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)