logo rilis
Balitbangtan Tingkatkan Kapasitas Petani Milenial di NTB
Kontributor
Elvi R
18 September 2019, 15:27 WIB
Balitbangtan Tingkatkan Kapasitas Petani Milenial di NTB
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Balitbangtan melalui Puslitbang Tanaman Pangan bekerja sama dengan BPTP NTB menyelenggarakan Bimtek Petani Milenial di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bimtek Petani Milenial, sebelumnya telah diselenggarakan di Sulawesi Barat 2 minggu lalu.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mencetak petani-petani muda baru dengan range umur 19-39 tahun dan memiliki antusiasme serta aksesibilitas terhadap teknologi yang memadai.

Acara Bimbingan teknis dihadiri oleh Dr. Agus W. Anggara, Kabid KSPHP Puslitbangtan mewakili Bapak Kapuslitbang Tanaman Pangan, Dr. Sasongko, Plh. Kepala BPTP NTB, dan Edi Purwo Subianto, SP, MS, Kabid Tanaman Pangan Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB dengan jumlah peserta 60 orang petani muda yang berasal dari 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bimtek dibuka oleh Kabid KSPHP Puslitbangtan, mewakili Kepala Puslitbangtan.

“Petani milenial diharapkan dapat menangkap peluang pemasaran produk pertanian Indonesia ke luar negeri contohnya mengekspor beras Basmati ke Arab Saudi” ujar  Dr. Agus W. Anggara, di NTB, Rabu (18/9/2019).

Hal tersebut dapat dilakukan oleh petani milenial melalui teknologi android yang biasa digunakan oleh generasi muda Indonesia. Selain itu, petani milenial juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, agar nilai ekonomis dan pendapatan yang diperoleh petani dapat lebih tinggi. 

Selanjutnya, Plh. Ka. BPTP NTB Dr. Sasongko  menyampaikan, petani milenial merupakan ujung tombak pertanian Indonesia kedepannya. Petani milenial diharapkan dapat mengedepankan teknologi pertanian dalam kegiatan usaha taninya agar lebih efisien dan efektif.

Kemudian, Kabid Tanaman Pangan, Dispertanbun NTB Edi Purwo Subianto menyampaikan, petani milenial diharapkan dapat mengakses teknologi dengan baik, sehingga informasi tentang budidaya, teknologi dan pengolahan pertanian, dapat diperoleh dan diterapkan secara langsung di lapangan. Selain itu, beliau mengharapkan para peserta bimtek dapat menjadi pengusaha yang menangkap peluang produk pertanian mulai dari hulu (produksi benih, teknologi budidaya) hingga ke hilir (pemasaran, pengolahan produk, menghasilkan produk jadi).
Para peserta sangat bersemangat dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Bimtek, terlihat dari partisipasi peserta dalam sesi tanya jawab. Diharapkan dengan kegiatan Bimtek ini, Puslitbangtan paling tidak dapat berkontribusi nyata terhadap kemajuan pertanian Indonesia dengan mencetak petani muda berpotensi yang memajukan pertanian utamanya komoditas tanaman pangan.

Sumber: EDA/EH/AWA/Uje/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID