logo rilis

Balitbangtan Standarkan Keahlian 38 Laboran Negeri dan Swasta
Kontributor

14 April 2018, 15:03 WIB
Balitbangtan Standarkan Keahlian 38 Laboran Negeri dan Swasta
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Data analisis tanah di setiap daerah menjadi dasar penting untuk rekomendasi pupuk. Data tersebut, diperoleh berkat tangan dingin para laboran ahli di balik peralatan kimia modern.

"Lembaga penelitian harus punya sumberdaya handal agar data yang dihasilkan akurat," kata Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Menurut Dedi, salah data menyebabkan rekomendasi keliru, sehingga usaha tani boros dan lingkungan terganggu. "Kita lakukan bimbingan teknis para laboran untuk menjamin mutu data yang baik," tambah Dedi. 

Menurutnya, hasil pertanian 40 persen ditentukan oleh pemupukan. "Artinya, peran sumberdaya manusia di laboratorium Tanah Air, berkontribusi besar bagi pencapaian pembangunan pertanian," jelas Dedi pada acara Bimbingan Teknis Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk yang diselenggarakan Badan Litbang Pertanian melalui BBSDLP, kemarin (13/4/2018). 

Data dari laboratorium, kemudian ditafsirkan oleh peneliti untuk menghasilkan informasi. Bimbingan diikuti 38 peserta dari balai-balai penelitian negeri dan swasta di seluruh Indonesia, serta perguruan tinggi yaitu Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjdjaran (Unpad), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Andalas. 

Menurut Nurjayanti dari Litbang, Kementan, kini Badan Litbang mempunyai wakil BPTP di setiap provinsi yang memiliki lab tanah dan pupuk. Sebut saja BPTP Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Riau, bengkulu, Jambi, Sulsel, Kalitim, kalbar, Jateng, Jatim dan Yogyakarta.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali  ilmu analisa (tanah dan pupuk) yang sesuai SOP," tutur wakil peserta dari Lab BPTP Yogyakarta, Gunawan. 

Bimbingan teknis yang menyatukan peserta dari lembaga riset negeri dan swasta, juga bermanfaat untuk menyamakan standar dan metode.  "Kami juga update ilmu terbaru untuk alat baru yang sesui ISO 17025," ungkap Gunawan. 

Sumber: Yiyi Sulaeman/Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)