logo rilis

Balitbangtan Siapkan Varietas Unggul Kedelai Edamame
Kontributor
Kurnia Syahdan
15 Juli 2018, 19:30 WIB
Balitbangtan Siapkan Varietas Unggul Kedelai Edamame
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kedelai sayur (vegetable soybean) atau lebih populer dengan nama 'edamame', sebagaimana kedelai biasa termasuk spesies Glycine max L.

Sesuai dengan namanya, edamame dipanen ketika polongnya masih muda dan hijau, tepatnya ketika polong sudah mengisi penuh.

Prospek usaha tani edamame cukup menggiurkan.

Baru-baru ini, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melepas ekspor kedelai edamame ke Jepang dari Jember, Jawa Timur.

Menurut petani edamame di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Maman Usman, rata-rata dari 1 kilogram benih dapat menghasilkan lebih 100 kilogram bersih polong muda dengan isi 2 hingga 3 biji per polong. Kebutuhan benih 1 hektare sekitar 70 kilogram.

Dalam 1 hektare, kedelai edamame dapat menghasilkan 7 ton polong muda.

"Rata-rata harga jual polong muda ke pengumpul Rp10.000 hingga 11.000 per kilogram, sehingga akan menghasilkan 70 hingga 77 juta per hektare, belum dikurangi dengan biaya-biaya," ujar Maman, Minggu (15/7/2018).

Nilai gizi edamame cukup tinggi yaitu 582 kkal per 100 gram, protein 11,4 gram per 100 gram, karbohidrat 7,4 gram per 100 gram, lemak 6,6 gram per 100 gram, serta kandungan vitamin A, B1, B2, B3, C dan mineral lainnya seperti fosfor, kalsium, besi dan kalium yg relatif tinggi.

Ciri utama edamame adalah polongnya yang besar dengan jumlah polong muda sekitar 150 per bobot 500 gram, dengan bobot biji kering kurang dari 30 gram per 100 biji, jauh lebih besar dari kedelai biasa 10 hingga 22 gram per 100 biji, tekstur biji lembut, rasa biji polong rebus lebih manis dan gurih.

Sementara masalah dalam budidaya edamame dan yang sering dikeluhkan petani adalah sulitnya untuk mendapatkan benih berkualitas.

Benih yang beredar di masyarakat seringkali tidak jelas asal dan kualitasnya, serta harganya lumayan mahal sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Sampai saat ini benih varietas unggul kedelai edamame sangat dibutuhkan masyarakat, karena sulitnya mendapatkan benih unggul bermutu atau bersertifikat.

Untuk itu upaya penyediaan varietas unggul dan kemudahan memperolehnya perlu diupayakan. 

Balitbangtan telah melakukan upaya perakitan varietas unggul kedelai edamame.

Menurut Asadi dari BB Biogen Balitbangtan, hasil seleksi dan uji galur galur edamame beberapa tahun terakhir, diperoleh 10 galur.  

Pada musim pertama, Tahun 2018 dari uji daya hasil lanjutan terhadap 10 galur terpilih, diperoleh 5 galur harapan.

Uji keunggulan dan kebenaran sebagai tahapan terakhir yg harus dilalui sebelum pendaftaran untuk peredaran benih  (pelepasan) komoditas hortikultura ini.  

Uji terakhir galur harapan edamame pilihan tersebut akan dilakukan pada MT2 2018 ini.

Harapannya dari hasil uji keunggulan dan kebenaran tersebut akan terpilih calon-calon terbaik (sekitar 3 galur harapan) sebagai kandidat varietas unggul edamame untuk diajukan pelepasannya pada awal tahun 2019.

Semoga varietas unggul edamame yang ditunggu-tunggu petani dapat segera dilepas dan benihnya beredar sehingga dapat meningkatkan gizi masyarakat dan pendapatan petani.

Sumber: Asadi/Mastur


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)