logo rilis

Balitbangtan Serahkan Instore Dryer Bawang Putih ke Petani Tegal
Kontributor
Elvi R
13 November 2019, 07:53 WIB
Balitbangtan Serahkan Instore Dryer Bawang Putih ke Petani Tegal
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Badan Litbang Pertanian untuk yang kesekian kalinya menyerahkan Instore Dryer atau gudang pengeringan bawang putih/merah kepada petani. Kali ini, Instore Dryer dimanfaatkan oleh para petani bawang putih di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Bantuan Instore Dryer senilai 208 juta rupiah ini diberikan kepada Kelompok Tani "Berkah Tani" yang diketuai oleh M. Maufur dari Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Penyerahan dilakukan saat pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) Petani Nelayan Jateng 2019 di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kesuwen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa,12 November 2019.

Sebelumnya juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Balitbangtan dengan Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan serta Bank Indonesia Kabupaten Tegal tentang "Implementasi Teknologi Instore Drying dan Penyimpanan Bawang Putih" yang disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Tegal, UPTD, peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jateng.

"Instore Dryer ini adalah alat atau gudang pengeringan untuk bawang putih yang berkapasitas 5-6 ton," ujar Dr. Prayudi Syamsuri kepada awak media disela pembukaan acara.

Keunggulan alat ini antara lain dapat mempercepat pelayuan dan pengeringan bawang putih dari 10-15 hari pada musim hujan menjadi 2-3 hari. Tingkat kerusakan umbi bawang putih (busuk, hampa dan bertunas) pun sangat rendah, yaitu kurang dari 0.1 persen. 

Penggunaan Instore Dryer juga dapat mempercepat pematahan dormansi benih bawang putih dari 5-6 bulan menjadi 3 bulan dengan daya tumbuh benih lebih dari 95 persen yang sangat penting untuk penyediaan benih bawang putih. Alat ini pun membantu petani agar tidak tergantung cuaca sehingga dapat menghemat lahan penjemuran hingga 75 persen.

"Sehingga biaya operasional jadi murah," papar Prayudi lebih lanjut.

Sementara, menurut Ketua Kelompok Tani "Berkah Tani" selaku penerima bantuan menyampaikan bahwa bantuan Instore Dryer ini sangat membantu petani dikelompoknya dalam melakukan pengeringan bawang putih dan  mempercepat pematahan dormansi benih jadi cuma 3 bulan.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Badan Litbang Pertanian yang telah memberi bantuan Instore Dryer sehingga kami tidak lagi menjemur bawang putih dalam waktu lama." tambahnya.

Setelah pembukaan PEDA Jateng, dilanjutkan dengan panen bawang putih di desa Tuwel, Kec. Bojong oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Dra. Peni Rahayu, M.Si, Kepala Biro Infrastruktur & SDM, Dadang Somantri, Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si, Kepala BPTP Balitbangtan Jateng, Joko Purnomo, serta pejabat Pemprov Jateng lainnya.

Sumber: LM/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID