logo rilis

Balitbangtan Gandeng PT Malisya Sejahtera Kembangkan Varietas Kelapa
Kontributor

14 April 2018, 15:35 WIB
Balitbangtan Gandeng PT Malisya Sejahtera Kembangkan Varietas Kelapa
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kelapa merupakan tanaman tropis yang memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya yang penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Ekspor kelapa dalam bentuk produk sekunder, dipandang memiliki nilai tambah ekonomi dan bersifat kompetitif di pasar global, dibandingkan produk primernya. 

Permintaan pasar dunia terhadap produk kelapa pun, terus menunjukkan trend yang cenderung meningkat. Oleh karenanya, akhir-akhir ini perusahaan swasta kembali memberikan perhatian khusus terhadap kelapa. Salah satunya, PT Malisya Sejahtera yang tertarik mengembangkan kelapa di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Perusahaan tersebut, memilih dua lokasi di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Desa Tiberias-Poigar dan Desa Solemendungan (PT. Pangkoi) dan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. 

Sejak 2017, ketiga tempat tersebut dijadikan lokasi penelitian  dan pengembangan kelapa, bekerja sama dengan Balit Palma Balitbangtan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembangunan kebun plasma nutfah, kebun induk kelapa dalam, Genjah dan Hibrida, pengujian tanaman F2 KHINA, pengendalian hama dan penyakit terpadu, serta penelitian pra dan pasca panen buah kelapa. 

Rabu (4/4/2018) Peneliti Balit Palma dari berbagai disiplin ilmu, yakni Donata Pandin, Hengky Novarianto, Meldy Hosang dan Steivie Karouw, meninjau lokasi penelitian yang terletak di Desa Tiberias-Poigar dan Solemendungan. 

Sementara, benih yang berasal dari Kebun Percobaan Balit Palma (Kebun Percobaan Mapanget dan Kima Atas) antara lain Dalam Mapanget, Dalam Tenga, Genjah Kuning Kopyor, Genjah Hijau Kopyor, Genjah Coklat Kopyor, Genjah Raja, Genjah Kuning Bali, Genjah Orange Sagerat dan Genjah Salak, telah dikecambahkan sejak 2017 pada dua lokasi tersebut.

Di Solemendungan, juga telah ditanam Kelapa Bido, salah satu kelapa unggul asal Kabupaten Kepulauan Morotai.  

Rekomendasi penanganan benih dan pemeliharaan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan produksi kelapa, maksimal telah disampaikan oleh para peneliti Balit Palma kepada penanggung jawab kebun.

Di kebun Solemendungan sendiri, terdapat Kelapa Dalam lokal, dengan umur tanaman di atas 70 tahun, yang secara teori sudah kurang produktif, ternyata masih menunjukkan penampilan produksi yang sangat baik. 

Disarankan agar benih dari Kelapa Dalam tersebut, dapat ditanam dalam bentuk populasi untuk kemudian bisa menjadi sumber benih. Harapannya, ke depan lokasi ini akan menjadi sumber benih untuk mendukung pengembangan kelapa. Jayalah kelapa Indonesia.

Sumber: Steivie Karouw, Jelfina Alouw/Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)