logo rilis

Balitbangtan Dampingi Pembuatan Biochar dari Kulit Kakao
Kontributor

02 April 2018, 16:06 WIB
Balitbangtan Dampingi Pembuatan Biochar dari Kulit Kakao
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Ladongi— Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), lakukan pendampingan pembuatan biochar dari limbah kulit kakao. Kegiatan dilakukan di Desa Atula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), dihadiri Kasubag Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Koltim, Anggota Kelompok Tani Segara Mama Desa  Atula, penyuluh dan peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara (Sulteng). 

Kasubag Perkebunan Jamal SP menyampaikan, ucapan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Sulteng yang telah menempatkan kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Kakao di Kabupaten Koltim.

“Kerja sama BPTP Balitbangtan Sultra dengan Kabupaten Koltim ke depannya bukan hanya di bidang Perkebunan saja, tetapi bidang-bidang lain seperti tanaman pangan, peternakan, hortikultura dan lainnya. Petani di Kabupaten Koltim sangat membutuhkan inovasi-inovasi teknologi pertanian terbaru dari Balitangtan,” kata Jamal, Minggu (1/4/2018).

Penanggung jawab kegiatan Julian Witjaksono menyampaikan, bahwa kegiatan ini Pendampingan Pengembangan Kawasan Kakako masuk tahun keempat di 2018 ini, di mana acara dilaksanakan di Kabupaten Koltim dan Kabupaten Kolaka.

“Fokus kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Kakao adalah, pengendalian OPT,  pemupukan berimbang sesuai analisis tanah, pemangkasan, panen, pasca panen dan integrasi tanaman perkebunan dengan ternak sapi,” jelasnya.

Salah satu kegiatan dalam pembelajaran ini adalah, praktek pembuatan biochar dari kulit buah kakao, untuk meningkatkan kesuburan tanah yang dipandu oleh peneliti BPTP Balitbangtan Sultra, Edi Tando. Selain itu, menghadirkan petani dari desa lain untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan usaha tani kakao, terutama dalam pengolahan pupuk kandang dengan decomposer yang lebih hemat waktu.

Sumber: Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)