logo rilis
Balitbangtan Bagikan 33 Ton Benih Bawang Putih ke-9 Kabupaten di Jawa Tengah
Kontributor
Elvi R
27 Agustus 2018, 19:36 WIB
Balitbangtan Bagikan 33 Ton Benih Bawang Putih ke-9 Kabupaten di Jawa Tengah
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Dalam rangka pemenuhan kebutuhan bawang putih di dalam negeri, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan pencapaian swasembada bawang putih pada 2021. Oleh karena itu, diperlukan tambah luas pertanaman bawang putih dalam jumlah besar sepanjang tahun. Mengingat ketersediaan benih bawang putih bermutu saat ini sangat terbatas untuk mendukung program pengembangan kawasan bawang putih nasional, maka diperlukan upaya khusus untuk percepatan penyediaan benih bawang putih.

Mulai 2018, bawang putih menjadi salah satu komoditas strategis nasional sehingga ditekankan untuk pengembangan secara massive di semua sentra pengembangan bawang putih. Sehingga Kementan mencanangkan 2018 sebagai Tahun Perbenihan, dan perbenihan bawang putih menjadi salah satu program utama untuk mendukung swasembada benih bawang putih pada 2019.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang merupakan unit eselon 1 di bawah Kementan mendapat mandat untuk memproduksi dan menyediakan benih bawang putih untuk mendukung perluasan areal tanam bawang putih dan BPTP Balitbangtan Jawa Tengah menjadi ujung tombak Balitbangtan dalam melaksanakan mandat tersebut.

BPTP Balitbangtan Jateng sudah memulai kegiatan perbenihan bawang putih pada 2017 seluas 20 hektar yang difokuskan di sentra pengembangan bawang putih di Jateng yang salah satunya adalah Kabupaten Temanggung, yang dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Glapansari Kecamatan Parakan, serta Desa Petarangan dan Desa Kruisan Kecamatan Kledung.

Dari kegiatan perbenihan tetsebut, telah dihasilkan benih bawang putih siap tanam sebanyak 33 ton benih sebar tersertifikasi, yang didistribusi kepada 60 kelompok tani yang tersebar di 9 kabupaten di Jateng yaitu Temanggung, Wonosobo, Purbalingga, Tegal, Batang, Kendal, Magelang, Boyolali dan Semarang yang memiliki agroekosistem sesuai untuk tumbuh optimal bawang putih. Benih tersebut setara dengan Rp1.815 milyar sesuai dengan harga benih rata-rata per kg Rp55 ribu. Benih tersebut dapat ditanam untuk luasan lahan sekitar 66 hektar dan diharapkan akan menghasilkan kembali benih bawang putih sekitar 198 ton.

Dalam prosesi penyerahan benih bawang putih kepada kelompok tani, Kepala BPTP Balitbangtan Jateng Harwanto menyampaikan bahwa kegiatan perbenihan ini tidak hanya fokus pada produksi benih sesuai target, akan tetapi juga menawarkan dan mensosialisasikan konsep pengembangan budidaya dan perbenihan bawang putih yang ramah lingkungan, diantaranya penggunaan pupuk organik dan mempraktikkan penggunaan agensi hayati untuk pengendalian hama penyakit utama bawang putih. Komponen utama teknologi budidaya dan perbenihan bawang putih adalah: i) penggunaan bibit sehat dan optimal; ii) keteoatan penyiapan lahan; iii) pengaturan jarak tanam untuk populasi optimal; iv) penggunaan mulsa; v) pengginaan pupuk organik dan kimia; vi) pengairan dan penyiangan; vii) pengendalian OPT menggunakan pestisida hayati; viii) mitigasi iklim; dan ix) penanganan pascapanen (prosessing, pengendalian OPT gudang dan penyimpanan).

Menjadi harapan ke depan adalah terbangunnya kelompok tani penangkar di setiap sentra pengembangan, yang dapat memenuhi kebutuhan benih bawang bermutu secara mandiri di wilayah pengembangannya.

Sumber: R Heru Praptana/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID