logo rilis

Bakteri Endofit Perbaiki Vigor dan Ketahanan Kentang terhadap Penyakit Layu
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 10:40 WIB
Bakteri Endofit Perbaiki Vigor dan Ketahanan Kentang terhadap Penyakit Layu
Perlakuan endofit (kiri) vs kontrol. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Penyakit layu bakteri merupakan salah satu penyakit utama pada budidaya kentang, terutama pada fase pembibitan. Penyakit ini sangat merugikan karena tanaman yang terserang penyakit ini tidak dapat pulih kembali dan akhirnya mati. Patogen penyebab penyakit ini (Ralstonia solanacearum) sulit dikendalikan karena karakter serangannya pada  jaringan vaskular, memiki kisaran inang yang luas, serta persistensi yang tinggi di dalam tanah. Produksi bibit kentang melalui teknik kultur in-vitro mampu menghasilkan bibit kentang yang bebas patogen. Namun di sisi lain bibit hasil kultur in-vitro kehilangan berbagai mikroba simbion yang berguna dalam membantu tanaman dalam menghadapi serangan patogen, sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap infeksi patogen pada awal penanamannya di luar botol kultur. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, saat ini di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan penelitian untuk memperoleh teknologi perlakuan pengayaan bibit kentang hasil kultur in-vitro dengan bakteri endofit. Menurut Dr Alina dari BB Biogen, salah satu keunggulan mikroba endofit adalah kemampuannya dalam menghasilkan Volatile Organic Compounds (VOCs) dan ZPT (IAA, GA, dan sitokin like substance). 

"Melalui teknologi ini diharapkan diperoleh mikroba endofit yang mampu meningkatkan vigor pertumbuhan dan ketahanan bibit kentang dari serangan penyakit. Teknologi perlakuan pengayaan tersebut juga meningkatkan mutu bibit stek G0 dari bibit hasil kultur in-vitro," katanya, di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Aplikasi teknologi ini diharapkan juga mampu memperkuat ketahanan terhadap penyakit dari varietas-varietas kentang yang memiliki provitas tinggi, namun kurang tahan terhadap layu bakteri. Pengaruh positif mikroba endofit ini adalah untuk mendongkrak produktivitas serta kualitas bibit kentang Indonesia.

"Teknologi ini sangat penting dan ditunggu-tunggu karena selain meningkatkan pendapatan petani juga mampu menurunkan ketergantungan kita terhadap bibit kentang impor," pungkasnya.

Sumber: (Dr. Alina Akhdiya/Balitbangtan)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)