logo rilis
Bahasa, Kendala Utama Perawat ke Jepang
Kontributor
Fatah H Sidik
04 Juni 2018, 21:52 WIB
Bahasa, Kendala Utama Perawat ke Jepang
Ilustrasi perawat. FOTO: pixabay.com

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Teguh Hendro Cahyono, mengatakan, bahasa Jepang menjadi kendala utama bagi calon perawat Indonesia bekerja di "Negeri Sakura".

"Memang bahasa Jepang jadi kendala utama, karena dari segi skills perawat dan caregiver kita tak kalah. Jadi, kami BNP2TKI akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kemampuan bahas calon perawat kita," ujarnya di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Terkait kendala tersebut, BNP2TKI telah bekerja sama dengan Japan Foundation untuk menyelenggarakan kursus bahasa Jepang selama enam bulan di Indonesia. "Setibanya di Jepang, mereka akan belajar bahasa Jepang lagi selama enam buka di Tokyo," tambah dia.

Setelah mengikuti pelatihan di Tokyo, para calon perawat dan caregiver akan ditempatkan di berbagai rumah sakit dan panti lansia di seluruh Jepang.

Nantinya, BNP2TKI berencana menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memasukkan pelajaran bahasa Jepang ke kurikulum pendidikan keperawatan, selain bahasa Inggris. "Supaya bisa belajar lebih intensif lagi," pungkas Teguh.

Sebagai informasi, pemerintah Jepang dan BNP2TKI memberangkatkan 329 peserta magang pada 2018. Perinciannya, 31 calon perawat medis dan 298 calon perawat lanjut usia (lansia) atau caregiver.

Pengiriman calon perawat dan caregiver untuk magang di Jepang bagian dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) sejak 2008. Hingga kini, lebih dari 20 ribu warga Indonesia telah mengikuti program ini.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)