logo rilis
Bacakan Pledoi sambil Menahan Tangis, Setnov Minta Masyarakat Tak Lagi Mencacinya
Kontributor
Tari Oktaviani
13 April 2018, 12:03 WIB
Bacakan Pledoi sambil Menahan Tangis, Setnov Minta Masyarakat Tak Lagi Mencacinya
Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sambil menahan tangis, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto meminta agar semua pihak mengurangi cacian yang ditujukan kepadanya. 

Ia ingin agar masyarakat, tak hanya melihat sisi gelap dirinya.

"Saya terpaksa, bukan pamrih membacakan (pledoi) ini. Saya ingin masyarakat melihat cahaya di tengah-tengah gelapnya. Saya ingin mengimbangi pemberitaan atau kabar yang beredar di luar, sudinya kiranya kurangi dapat mengurangi celaan, cacian yang kejam itu," tuturnya ketika menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Setya Novanto pun menceritakan kisah perjalanannya saat dirinya belum punya apa-apa.

Menurutnya, kesuksesannya menjabat sebagai Ketua DPR, diraih dengan penuh perjuangan.

"Saya rela mengabdi jadi pembantu, nyuci, ngepel jadi supir dan bangun pagi untuk antar anak-anak sekolah. Semua saya lakukan untuk melanjutkan kuliah saya," katanya sambil menahan tangis.

Setnov pun mengaku banyak dibantu oleh para petinggi partai Golkar, hingga akhirnya bisa menjadi Ketua DPR. 

Ia mengaku sangat bersyukur sebab kerja kerasnya membuahkan hasil.

‎"Ternyata karunia anak sungguh sangat besar, bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, berkat kerja keras, untuk wujudkan cita-cita saya mengabdi untuk negara ini. Menjadi Ketua DPR," tuturnya.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)