logo rilis
B36 Bekisar, Benih Jagung Unggulan Tahan Diserang Bulai
Kontributor
Ning Triasih
08 Mei 2018, 18:00 WIB
B36 Bekisar, Benih Jagung Unggulan Tahan Diserang Bulai
Hasil produk jagung P36 Bekisar. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— DuPont Pioneer Indonesia baru saja meluncurkan benih jagung hibrida terbaru yang dijamin unggul dan tahan bulai di ladang jagung Jombang, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). P36  Bekisar namanya. 

Jagung hibrida P36 Bekisar merupakan hasil riset sebagai solusi bagi petani dalam menangkal serangan bulai, serta memberikan potensi hasil lebih tinggi.

Seperti dilansir dari laman resmi Pioneer, benih jagung P36 Bekisar memiliki potensi hasil mencapai 13 MT/Ha.  Benih ini dapat ditanam pada populasi rapat sampa 100.000 tanaman per hektare.

Dengan daya tumbuh optimal dan pertumbuhan yang seragam, P36 Bekisar mampu menghasilkan tongkol yang berbobot dengan rendemen mencapai 80 persen. Selain memberikan hasil yang lebih tinggi dan tahan bulai, biji jagung dari produk P36 juga lebih merah. 

Benih P36 Bekisar menjadi pelengkap produk DuPont Pioneer lainnya yang sudah ada di pasaran, seperti P21 Dahsya, P27 Gajah, P32 Singa, P33 Beruang, dan P35 Banteng.

DuPont Pioneer sendiri adalah perusahaan benih multinasional yang berbasis di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat dan dikenal sebagai produsen utama benih hibrida jagung.

Perusahaan benih ini adalah yang terdepan di dunia dalam bidang genetika tanaman, untuk meningkatkan hasil pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. 

Pioneer berupaya meningkatkan produktifitas dan keuntungan petani, serta mengembangkan sistem pertanian yang berkesinambungan untuk masyarakat.

Pioneer telah melepas banyak varietas benih jagung hibrida Pioneer. Masing-masing varietas memiliki sifat agronomi khusus yang sesuai dengan segmentasi kebutuhan petani jagung Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan petani di Indonesia, Pioneer juga mengembangkan padi hibrida yang akan menghasilkan hasil panen terbaik bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani Indonesia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)