logo rilis
Ayo Kritik DPR Sepuasnya, Dapat Duit Pula
Kontributor
Yayat R Cipasang
19 April 2018, 15:55 WIB
Ayo Kritik DPR Sepuasnya, Dapat Duit Pula
Peluncuran Lomba Kritik DPR 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Selama ini, DPR selalu menjadi bulan-bulanan kritik dari masyarakat termasuk dari petolan dan calon legislatif dari partai baru yang penuh gincu dan kecentilan. Mungkin dari semua cabang kekuasaan di negeri ini DPR pula yang paling banyak dikritik.

Nah, atas ide spontan Ketua DPR Bambang Soesatyo digagaslah untuk pertama kalinya Lomba Kritik DPR 2018. "Mas Bambang itu kulturnya wartawan. Idenya spontan saja. DPR selalu dikritik terus ya sudah kita bikin saja lomba kritik," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat jumpa pers Lomba Kritik DPR 2018 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Tidak tanggug-tanggung, lomba kritik yang dibuka sejak 19 April dan ditutup 15 Agustus 2018 itu melibatkan lima dewan juri masing-masing pengamat politik Siti Zuhro (LIPI), pakar manajemen Martani Husein, pakar budaya Bambang Wibawarta, komedian Cak Lontong dan pakar komunikasi politik Effendi Gazali yang sekaligus menjadi ketua dewan juri.

Menurut Gazali, lomba yang terbuka untuk umum itu meliputi tiga kategori. Pertama, lomba esai maksimal 500 kata. Kedua, lomba meme yang meliputi jenis karya gambar, karikatur dan video yang berdurasi maksimal 2 menit.

"Asalkan kritiknya dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, bukan hoaks, tidak ada unsur SARA dan tidak menyebar kebenciaan," kata Gazali.

"Juga jangan mengandung unsur pornografi, jangan sampai nanti ada yang menerjemahkan gedung ini (Gedung Kura Kura) seperti...," kata Fahri disambut tawa wartawan.

Untuk semua kategori, juara pertama mendapat hadiah Rp10 juta, kedua Rp7 juta dan ketiga Rp5 juta. Coba, mengkritik dapat duit pula," kata Gazali yang juga komedian ini.

"Untuk yang terbaik dari dua kategori itu akan mendapatkan sepeda motor seperti milik Dilan," kata Gazali disambut tawa wartawan.

"Pak Fadli Zon juga akan memberikan sepeda motor dari anggaran pribadinya," kata Bamsoet.

Fahri Hamzah kemudian menimpali, "Kita juga akan patungan untuk membeli mobil Esemka."

Kontan saja celutukan Fahri  ini membuat ruangan pressroom DPR bergemuruh dengan tawa.

Gazali juga menekankan, kritik kepada DPR tidak harus disertai solusi karena membuat kritik itu sangat susah. "Selama ini kan selalu ada yang bilang kalau mengkritik kasih solusinya juga dong. Membuat kritik itu susah apalagi harus membuat solusiya," Gazali berguyon.

"Coba saja bayangkan kalau misalnya ada masyarakat di Jeneponto bilang kebutuhan pokok mahal semua. Mati aku kalau harus memberikan solusinya," tambah Gazali mencotohkan.

Gazali juga berharap setelah ada lomba kritik DPR nanti juga ada lomba kritik presiden atau eksekutif. "Kalau lomba kritik pemerintah nanti hadiahya sepeda dan lombanya tentang nama-nama ikan atau nama-nama pulau," guyon Gazali.

Kembali, wartawan yang memenuhi pressroom tertawa lepas.

"Mati gua kalau ditambah 30 menit lagi," ucap Bambang sambil mengambil alih mic dari tangan Gazali. Maklum, Golkar partai pendukung pemerintah.


500
komentar (0)