logo rilis
Awal Ramadan, Harga Ayam Nyaris Rp50 Ribu
Kontributor
Sukardjito
17 Mei 2018, 12:36 WIB
Awal Ramadan, Harga Ayam Nyaris Rp50 Ribu
ekspor daging ayam olahan. FOTO: RILIS.ID/Fatah H Sidik

RILIS.ID, Cirebon— Harga daging ayam negeri di Kota Cirebon, Jawa Barat pada hari pertama bulan suci Ramadan ini menembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar Rp12 ribu dari hari biasanya.

Seorang pedagang ayam, Eka, mengatakan kira-kira sudah satu minggu sebelum Ramadan harga sudah mulai merangkak naik, mulai dari Rp1.000 sampai saat ini kenaikan kisaran Rp12 ribu.

"Sekarang naik lagi, kemarin itu per kilogram Rp40 ribu, saat ini sudah Rp42 ribu," kata Eka lagi.

Kenaikan harga daging ayam, kata Eka, sudah menjadi tren terutama ketika memasuki hari-hari besar keagamaan, karena memang permintaan juga meningkat.

Menurutnya, untuk harga daging ayam hari biasa atau dalam kondisi normal dijual kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu dan permintaan juga biasa saja.

Salah satu ibu rumah tangga, Ayu mengatakan dengan adanya kenaikan harga ayam membuat dia mengurangi belanjaannya, kalau hari biasa dia membeli daging ayam satu kilogram. "Namun karena saat ini harga naik terpaksa saya kurangi menjadi setengah kilogram saja, agar bisa lebih menghemat pengeluaran," ujarnya.

Dia juga awalnya agak terkejut dengan kenaikan harga ayam yang terus merangkak naik. Padahal ayam bisa dikatakan sebagai kebutuhan sehari-hari.

Pada kesempatan lain Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Abdul Majid Ikram mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi, lebih baik memperbanyak omzet dagangan.

"Seharusnya pedagang itu pada bulan Ramadan tidak mencari keuntungan selisih harga yang tinggi," kata Majid.

Menurutnya para pedagang pada bulan Ramadan tidak perlu meningkatkan harga, karena ketika para pedagang terus menaikkan harga, maka masyarakat akan kesulitan membelinya.

BI mengimbau agar pedagang lebih baik memperbanyak omzet mereka atau barang dagangannya diperbanyak, mengingat konsumsi masyarakat selama Ramadan juga naik.

"Yang dikejar oleh para pedagang seharusnya omzet yang diperbanyak dan keuntungan diperkecil," ujarnya pula.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)