logo rilis
Atributnya Dicopot, Hanura DKI Ancam Pidanakan Lurah Jatinegara
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Mei 2018, 19:03 WIB
Atributnya Dicopot, Hanura DKI Ancam Pidanakan Lurah Jatinegara
Personel Satpol PP mencopot atribut Partai Hanura di salah satu kediaman kader Hanura di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (10/5/2018). FOTO: DPD Partai Hanura DKI

RILIS.ID, Jakarta— DPD Partai Hanura DKI Jakarta berencana melaporkan sejumlah pihak ke aparat berwajib. Alasannya, tak adil dan asal mencopot atribut partainya di rumah pengurus PAC dan ranting.

"Di mana yang melanggar? Bendera dan spanduk dipasang di rumah kader Hanura dan kantor partai, kok, dicopot? Kami akan pidanakan," ujar Ketua Hanura DKI, Mohamad Sangaji di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Pihak-pihak yang akan dilaporkan, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), serta Lurah Jatinegara. Atribut tersebut dicopot, Kamis (10/5), dengan peraturan yang berlaku.

Namun, bagi Ongen, sapaannya, tindakan Satpol PP, lurah, dan PPL tersebut melanggar Peraturan Daerah DKI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum (Perda Tibum). Apalagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan partai memasang atribut di kantornya, forum pertemuan terbatas, rumah kader, dan bebarapa tempat tertentu lain.

Karenanya, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI ini mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan pelatihan terhadap petugasnya. Sehingga, bisa bersikap profesional dan berlandaskan aturan berlaku.

"Kalau mau dicopot, jangan 'tebang pilih', jangan hanura saja. Pokoknya, kami akan perkarakan," lanjut Ongen tegas. Gubernur DKI, Anies Baswedan, pun diminta menetertibkan "anak buahnya" yang dianggap berbuat sewenang-wenang.


500
komentar (0)