logo rilis

Kritik Jokowi, Pengurus KAHMI Tersangka
Kontributor

24 April 2018, 08:44 WIB
Kritik Jokowi, Pengurus KAHMI Tersangka
Cuitan Hasby Yusuf.

RILIS.ID, Ternate— Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Hasby Yusuf, telah menjadi tersangka dugaan ujaan kebencian, ihwal kritikan Hasby terhadap Presiden Jokowi.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Masrur, menjelaskan, tersangka Hasby Yusuf telah dilakukan pemeriksaan perdana oleh penyidik atas dugaan kasus ujaran kebencian.

Saat ditanya siapa pelapornya? Masrur menjawab, kasus menimpa Sekretaris Wilayah KAHMI Malut itu berawal dari informasi yang disampaikan intelijen.

Baca: Kritik Jokowi Bagi-bagi Sembako, Dosen di Malut Diperiksa Polisi

"Tindak lanjut dari laporan Intelijen," kata Masrur kepada wartawan di Mapolda Malut, Senin (23/4) sembari menambahkan status media sosial dari tersangka tak hanya mengkritik Presiden, juga dinilai mencela institusi Polri karena telah membawa nama pimpinan Polri.

"Kami mempersilakan kalau mau berpendapat di Medsos, untuk kasus ini kita buktikan nanti di pengadilan," tutupnya.  

Seperti diberitakan, Hasby Yusuf mengaku siap bila kritiknya terhadap Jokowi itu dianggap dosa. Dia juga siap menjalani proses hukum yang ada.

"Saya percaya serusak apapun penegakan hukum di negeri ini, saya masih percaya bahwa cahaya keadilan masih tetap bersinar pada para penegak hukum," ucapnya.

Hasby mengungkapkan, dia tidak merasa takut sedikit pun dengan kritiknya yang membuatnya diperiksa polisi. Menurutnya, nantinya pasti ada pertolongan berupa keadilan bagi orang-orang yang benar. 

"Tidak ada kekuataan yang lebih hebat dan lebih kuat dari kekuataan Allah. Itu keyakinan saya dalam menghadapi masalah ini. Keperpihakan saya hanya pada agama, dan hingga kapan pun akan membela agama, para habaib dan para ulama," tegasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)