Home » Fokus

Asosiasi Petani Garam: Impor Sudah Terlambat

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Ilustrasi: Akbar Pathur

MENYIASATI kelangkaan garam di masyarakat pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor garam 75.000 ton. Keputusan tersebut untuk mengatasi kelangkaan garam konsumsi di pasar.

Ketua Umum Asosiasi Petani Garam Republik Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin menjelaskan, langkah pemerintah mengimpor garam terlambat. Padahal, pemerintah bisa memperhitungkan dengan cermat sehingga kasus kelangkaan garam tidak perlu terjadi.

"Sebenarnya impor oleh pemerintah itu terlambat. Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," kata Jakfar Sodikin kepada rilis.id, Senin (31/7/2017).

Jakfar juga berharap, langkah pemerintah perlu langkah kehati-hatian, mengingat sebentar lagi akan memasuki masa panen petani garam. Jakfar khawatir soal impor yang tidak dikelola dengan baik, bisa juga mengacaukan harga garam ditingkat pasar.

Karena itu, pemerintah bisa saja menahan untuk menjaga stock dipasar. Karena selama ini, impor garam itu langsung dilempar ke pasar sehingga berdampak kepada petani garam yang akan memasuki masa panen. "Bisa ditahan dulu untuk stok. Jangan langsung ke pasar. Jika langka baru didistribusikan," ungkap Jakfar.

Lebih jauh dia mengatakan, kebijakan impor tersebut bisa saja untuk jangka pendek. Karena, sambung Jakfar, memang terjadi gagal panen sehingga menyebabkan kelangkaan garam. Angka 75.000 itu menurutnya bukan jumlah yang banyak.

"Seharusnya proyeksinya kita bisa panen 2 juta ton tapi karena gagal panen kita hanya bisa produksi 140.000 ton," jelasnya.

Kondisi garam kita tidak menggembirakan. Sebagai negara yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan garam, sebenarnya pemerintah tidak punya stok untuk mengantisipasi kelangkaan. Ini yang menyebabkan kelangkaan kemungkinan bisa terjadi lagi ke depan.

"Masih mungkin kelangkaan itu terjadi. Karena kita juga tidak punya cadangan," pungkas Jakfar.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Danial Iskandar

Tags:

fokusharga garamindustri garam