logo rilis
Asosiasi Fintech Siapkan Kode Etik untuk Ini
Kontributor
Intan Nirmala Sari
13 April 2018, 21:18 WIB
Asosiasi Fintech Siapkan Kode Etik untuk Ini
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mempersiapkan kode etik atau code of conduct bagi pelaku usaha financial technology (fintech) layanan pinjam-meminjam uang, yang bertujuan memastikan keberlanjutan industri tersebut. Wakil Ketua Aftech Adrian Gunadi mengatakan, kode etik tersebut akan mengatur masalah transparansi, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

Kode etik tersebut, memberikan arahan yang lebih jelas terkait bagaimana supervisi dan operasional fintech layanan pinjam-meminjam uang. Melalui langkah tersebut, Aftech ingin memastikan semua pemain di industri tersebut memiliki perilaku (market conduct) yang seragam, sehingga masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi yang utuh.

Adrian mengatakan, kode etik bagi pelaku fintech layanan pinjam-meminjam uang akan segera dikeluarkan dan difinalisasi bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Akan finalisasi dalam waktu dekat. Industri ini semakin berkembang, menjadi tugas asosiasi untuk memetakan secara komprehensif dan memberikan gambaran informasi yang jelas bagi masyarakat," kata Adrian di Gedung OJK Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Analis Senior Eksekutif Grup Inovasi Keuangan Digital dan Keuangan Mikro OJK Fithri Hadi mengatakan, kode etik Aftech ditujukan untuk menilai kredibilitas penyedia layanan fintech. Melalui kode etik tersebut, Fithri berharap, penyedia layanan fintech diberi kewajiban untuk membuka informasi kepada calon konsumen.

"Kami tidak ingin, konsumen rugi karena ada informasi yang ditutup-tutupi. Konsumen bisa mendapat informasi yang membantu mereka dalam mengambil keputusan," ungkapnya.

OJK mencatat, sebanyak 44 perusahaan financial technology (fintech) layanan pinjam-meminjam uang telah terdaftar per 10 April 2018.  Perusahaan tersebut terdiri dari 43 fintech konvensional dan satu adalah perusahaan fintech syariah.

Selain itu, agregat jumlah pinjaman melalui perusahaan fintechyang disalurkan per Februari 2018 mencapai Rp3,54 triliun, atau meningkat 38,23 persen dibandingkan dengan posisi pinjaman per akhir Desember 2017 (year-to-date/ytd).

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)