logo rilis
Asian Games 2018 Diyakini Akan Dongkrak Okupansi Hotel di Jakarta
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
20 Mei 2018, 10:01 WIB
Asian Games 2018 Diyakini Akan Dongkrak Okupansi Hotel di Jakarta
FOTO: Kemenpar

RILIS.ID, Jakarta— Gelaran Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang diyakini akan mendongkrak tingkat hunian kamar hotel berbintang di Ibu Kota tersebut. Apalagi, pada tahun ini juga akan ada gelaran Weekend Hot Deals (JakDeals) selama satu tahun dan Jakarta Ramadan Hot Deals (JHSR) yang berlangsung selama Ramadan 2018.

Ketua Tim Pelaksana Visit Wonderfull Indonesia (ViWI) 2018, Hariyadi BS Sukamdani, meyakini, okupansi hotel berbintang di Jakarta akan mencapai 75 persen selama 2018 ini.

"Bila tahun 2017 tingkat hunian kamar hotel berbintang di Jakarta rata-rata 63,26 persen atau naik sekitar 5 persen dibandingkan 2016 sebesar 58,29 persen, tahun ini kami proyeksi akan mencapai 75 persen. Kenaikan ini sangat signifikan dan juga akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)," kata Hariyadi melalui siaran persnya, Sabtu malam (19/5/2018).

Hariyadi menjelaskan, pada 2017 jumlah kedatangan wisman ke Jakarta baik melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 2,65 juta atau naik 5,81 persen dibandingkan 2016 sebesar 2,51 juta wisman. Kondisi ini, ujar dia, harus menjadi perhatian bersama untuk menaikkan kunjungan wisman, paling tidak mengimbangi Bali yang tahun lalu mencapai 5,7 juta wisman. 

"Sebagai Ibu Kota negara, Great Jakarta yang berdekatan dengan destinasi Banten dan Jawa Barat layak dikunjungi 5 juta wisman per tahun," ujarnya.

Haryadi menambahkan, paket Jakarta Ramadan Hot Deals (JHSR) yang merupakan bagian dari JakDeals ViWI 2018, telah diluncurkan pada dua pekan lalu dan diproyeksikan sebanyak 2,5 juta wisman atau sekitar 15 persen dari target nasional akan diperoleh melalui program tersebut. 

"Paket JHSR ini bagian dari program JakDeals yang khusus dijual dalam bulan Ramadhan 2018 karena di bulan ini tren pariwisata Jakarta sedang memasuki low seasons ditandai dengan turunnya kedatangan wisman khususnya dari negara ASEAN serta turunnya tingkat hunian kamar hotel berbintang," imbuhnya.  

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Anang Sutono, mengatakan, paket JHSR merupakan strategi dengan menerapkan konsep sharing economy, yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau  excess capacity.

"Dengan harga yang sangat murah, akan menggugah wisatawan yang semula tidak ada rencana berwisata, dengan adanya Jakarta Ramadan Hot Deals ini, akhirnya di bulan Ramadan mereka mau datang ke Jakarta," paparnya.


500
komentar (0)